Merauke||Cendrawasi7, Derap langkah kecil di lapangan hijau itu menyimpan harapan besar. Di balik Turnamen Sepak Bola U-12 yang digelar Lanud J.A. Dimara, terselip misi lebih jauh: membentuk masa depan anak-anak Papua Selatan lewat olahraga.
Bukan sekadar kompetisi, ajang ini dirancang sebagai pintu masuk pembinaan talenta muda yang selama ini belum tersentuh secara serius. Lanud J.A. Dimara mengambil peran, mengubah potensi menjadi prestasi.
Komandan Lanud J.A. Dimara, Kolonel Pnb Beny Aprianto, menegaskan bahwa ide turnamen ini lahir dari keprihatinan sekaligus keyakinan terhadap bakat alami anak-anak Papua di bidang sepak bola.
“Papua Selatan ini kaya talenta. Kami ingin anak-anak usia 12 tahun ini punya wadah, punya arah, sehingga bakat mereka tidak hilang begitu saja,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan yang dilakukan tidak berhenti di lapangan pertandingan. Lanud J. A Dimara turut menghadirkan pembinaan berkelanjutan, mulai dari penyediaan fasilitas hingga penjemputan anak-anak untuk mengikuti latihan rutin.
“Kami jemput mereka, kami siapkan tempat latihan. Supaya mereka punya aktivitas positif dan tidak terpengaruh hal-hal negatif di luar,” tegasnya.
Turnamen ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT TNI AU pada 9 April 2026. Dalam ajang tersebut, Lanud J.A. Dimara juga menurunkan dua tim binaan, yakni PS Angkasa A dan PS Angkasa B, sebagai bukti nyata hasil pembinaan yang telah berjalan.
Tak hanya itu, perhatian terhadap para peserta juga ditunjukkan melalui pemberian perlengkapan latihan.
Danlanud bersama Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 4 Daerah III Lanud J.A. Dimara Kodau III, Ny. Ade Lia Beny Aprianto, menyerahkan langsung bantuan berupa sepatu, kaos kaki, rompi, seragam hingga botol minum.
“Ini bentuk dukungan agar mereka semakin semangat berlatih dan suatu saat bisa menjadi kebanggaan daerah,” kata Beny.
Keterlibatan PIA Ardhya Garini turut memperkuat sisi pembinaan. Para ibu tak hanya hadir sebagai pendukung, tetapi juga aktif memenuhi kebutuhan anak-anak selama latihan.
“Ibu-ibu ikut membantu konsumsi, minuman, sampai perlengkapan. Ini bentuk kepedulian kami untuk masa depan anak-anak Papua,” ujar Ketua PIA.
Ia menilai, kegiatan ini juga menjadi ruang positif bagi para anggota PIA untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan generasi muda.
Sementara itu, Pelatih PS Angkasa Usia Dini, Peltu Deni Zulkarnaen, menyebut antusiasme peserta terus meningkat. Hingga saat ini, sebanyak 20 tim telah mendaftar dan siap meramaikan turnamen.
Yang menarik, turnamen ini secara khusus untuk tim Angkasa menyasar anak-anak yang belum pernah tampil di ajang resmi, namun memiliki potensi besar.
“Kami ingin memberi panggung untuk mereka yang belum pernah bertanding. Mereka punya bakat, tinggal dibina dan diarahkan,” jelasnya.
Deni optimistis, pembinaan yang konsisten akan berdampak besar, tidak hanya pada kemampuan bermain, tetapi juga pada pembentukan karakter.
“Kalau mereka kita libatkan dalam kegiatan positif seperti ini, saya yakin bisa menjauhkan mereka dari aktivitas yang tidak terarah,” imbuhnya.
Turnamen dijadwalkan mulai 1 April 2026, dengan pembukaan yang direncanakan dihadiri Gubernur Papua Selatan.
Pertandingan akan berlangsung selama kurang lebih 10 hari hingga partai final.
Selain memperebutkan trofi, medali, dan hadiah pembinaan, kegiatan ini juga akan diramaikan bazar UMKM lokal, melibatkan pelaku usaha di Papua Selatan.
“Ini bukan hanya soal sepak bola. Ini tentang kebersamaan dan masa depan. Kami ingin manfaatnya dirasakan luas oleh masyarakat,” pungkas Beny.





