Merauke||Cendrawasi7, Pencegahan korupsi dinilai tidak cukup hanya mengandalkan pengawasan dan penindakan. Pembentukan karakter jujur dan bertanggung jawab harus dimulai sejak anak-anak berada di bangku sekolah.
Pesan itu disampaikan Inspektur Daerah Provinsi Papua Selatan Edy Purwanto dalam Sosialisasi Antikorupsi dan Penanaman Integritas Sejak Dini di SMA Negeri 1 Kurik, Kabupaten Merauke, Rabu (23/9/2026).
Edy mengatakan pelajar memiliki peran penting dalam membangun masa depan Papua Selatan yang bersih dari praktik korupsi. Karena itu, pemahaman mengenai integritas perlu ditanamkan sejak dini dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai-nilai integritas harus ditanamkan kepada anak-anak sejak dini. Mulai dari disiplin, jujur, peduli, bertanggung jawab, kerja keras, hingga berlaku adil,” kata Edy.
Dalam kegiatan tersebut, para pelajar diperkenalkan dengan sembilan nilai integritas antikorupsi, yakni jujur, peduli, mandiri, disiplin, bertanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil.
Menurut Edy, nilai-nilai tersebut tidak berhenti sebagai materi sosialisasi. Para siswa diharapkan membiasakannya dalam berbagai tindakan sederhana, seperti tidak menyontek, menaati aturan sekolah, bertanggung jawab terhadap tugas, serta berani menyampaikan kebenaran.
Ia menegaskan, upaya pencegahan korupsi tidak hanya dilakukan melalui pemeriksaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Langkah tersebut juga harus diperkuat dengan pendidikan karakter kepada generasi muda.
Inspektorat Papua Selatan, lanjut Edy, memiliki tenaga kompeten dan sumber daya manusia yang telah mengantongi sertifikasi untuk melaksanakan edukasi antikorupsi kepada masyarakat, termasuk kalangan pelajar.
Dalam sosialisasi itu, Inspektorat juga memperkenalkan konsep Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP). Konsep tersebut merupakan salah satu pendekatan yang digunakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mendorong perbaikan tata kelola dan pencegahan korupsi di daerah.
Edy berharap para pelajar tidak hanya memahami dampak buruk korupsi, tetapi juga menjadi teladan dalam menerapkan nilai integritas di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
“Pencegahan korupsi harus dimulai dari diri sendiri. Jika sejak dini anak-anak sudah dibiasakan jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan berani melakukan hal yang benar, maka kita sedang membangun generasi yang berintegritas,” pungkasnya. (C7)





