MAPPI||Cendrawasi7, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mappi mulai mematangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) melalui pelatihan petugas pendataan lapangan yang berlangsung pada 4–10 Juni 2026. Kegiatan tersebut dibagi dalam dua gelombang, yakni Kelas A dan Kelas B, dan dilaksanakan di Hotel Avista serta J Studio Convention, Kota Kepi. Senin (08/06/2026).
Pelatihan ini menjadi tahapan penting sebelum petugas diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pendataan ekonomi secara menyeluruh di wilayah Kabupaten Mappi. Sensus Ekonomi 2026 merupakan pendataan lengkap berskala nasional yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik setiap 10 tahun sekali guna memotret kondisi, struktur, dan perkembangan aktivitas usaha di seluruh Indonesia.
Mewakili Kepala BPS Kabupaten Mappi, John Tri Merjaya, S.ST., M.Ec.Dev., Kasubag Umum BPS Mappi, Oky Dewiyanti, S. ST secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa SE2026 akan mencakup seluruh skala usaha, mulai dari usaha mikro, UMKM, sektor informal, ekonomi digital, hingga perusahaan besar.
“Data yang dikumpulkan melalui Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam menyusun kebijakan pembangunan dan strategi penguatan ekonomi ke depan,” ujar Oky.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan memahami setiap materi yang disampaikan instruktur daerah. Menurutnya, seluruh metode dan prosedur yang diajarkan selama pelatihan akan menjadi pedoman utama saat melakukan pendataan di lapangan.
Oky juga mengingatkan para petugas untuk menjaga kesehatan dan disiplin selama pelatihan. Pasalnya, para petugas dijadwalkan mulai turun ke lapangan pada pertengahan Juni 2026 sesuai wilayah tugas masing-masing.
Selain menekankan profesionalisme, BPS Mappi juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan kerahasiaan data responden. Seluruh informasi yang diperoleh petugas akan dilindungi sesuai ketentuan Undang-Undang Statistik dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik pembangunan.
“Petugas harus bekerja sesuai standar operasional yang telah ditetapkan. Kerahasiaan data yang diberikan masyarakat merupakan hal yang wajib dijaga dan dijamin oleh negara,” tegasnya.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak kerja antara BPS Kabupaten Mappi sebagai pihak pertama dan para petugas lapangan SE2026 sebagai pihak kedua.
Sebanyak 97 petugas akan diterjunkan dalam pelaksanaan sensus ini, terdiri dari 17 orang Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) dan 80 orang Petugas Pencacah Lapangan (PPL). Mereka akan bertugas menjangkau 15 distrik, 163 kampung, dan 2 kelurahan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Mappi.
Dalam pelaksanaannya, BPS Mappi akan menggunakan metode Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI), yaitu sistem pendataan digital yang dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah maupun ke lokasi usaha. Melalui metode ini, petugas akan melakukan wawancara dan mencatat jawaban responden menggunakan aplikasi khusus FASIH yang terpasang pada telepon pintar, tanpa lagi menggunakan kuesioner berbasis kertas.
Pendekatan digital tersebut diharapkan mampu meningkatkan akurasi, kecepatan, dan kualitas data yang dihasilkan. Hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan menjadi bahan penting dalam penyusunan berbagai kajian strategis serta perumusan kebijakan pembangunan ekonomi di tingkat daerah maupun nasional.
BPS Mappi mengimbau masyarakat untuk mendukung pelaksanaan SE2026 dengan menerima kehadiran petugas sensus dan memberikan informasi yang benar. Pendataan lapangan dijadwalkan berlangsung mulai Juni hingga Agustus 2026 dan akan menyasar seluruh pelaku usaha di Kabupaten Mappi. (*)





