MERAUKE || Cendrawasi7 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya asap lintas batas atau transboundary haze yang bergerak dari wilayah Papua Nugini menuju Papua Selatan. Kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas udara hingga jarak pandang di sejumlah wilayah.
Temuan tersebut berdasarkan pemantauan Citra Satelit Himawari-9 pada Kamis (10/9/2026) pukul 15.00 WIT. Selain asap dari Papua Nugini, BMKG juga mengidentifikasi sebaran asap yang berasal dari sejumlah titik panas atau hotspot di wilayah Papua.
“Citra satelit mengonfirmasi adanya aliran asap yang bergerak dari wilayah Papua Nugini menuju ke wilayah Papua Selatan, Indonesia,” demikian keterangan BMKG Stasiun Meteorologi Mopah Merauke dalam siaran pers yang ditandatangani Kepala Stasiun Meteorologi Mopah Merauke, Wahyu Hidayat, Kamis (10/9/2026).
BMKG mencatat sebaran asap teridentifikasi di wilayah Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah. Keberadaan asap tersebut berkaitan dengan kemunculan sejumlah titik panas yang terdeteksi di wilayah-wilayah tersebut.
Hasil analisis arah angin menunjukkan polusi asap di Papua Selatan saat ini dominan bergerak menuju Barat Laut. Pola tersebut sejalan dengan pergerakan angin yang secara umum bertiup cukup kuat dari arah Tenggara menuju Barat Laut hingga Utara.
Kondisi yang menjadi perhatian khusus adalah wilayah Merauke dan sekitarnya. Pasalnya, wilayah tersebut tidak hanya berpotensi terdampak asap yang berasal dari dalam wilayah Papua, tetapi juga aliran asap dari negara tetangga Papua Nugini.
Kombinasi asap lokal dan asap lintas batas tersebut berpotensi memengaruhi kondisi udara di sejumlah kawasan. BMKG mengingatkan dampaknya dapat berupa penurunan kualitas udara serta berkurangnya jarak pandang atau visibility.
Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Menyikapi kondisi tersebut, BMKG Mopah Merauke mengimbau masyarakat Papua Selatan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama apabila kondisi udara di lingkungan sekitar mulai memburuk.
Masyarakat disarankan meminimalkan aktivitas di luar ruangan. Jika harus beraktivitas di luar rumah ketika kondisi berasap, warga dianjurkan menggunakan masker.
BMKG juga meminta masyarakat maupun pihak lainnya tidak melakukan pembakaran lahan. Aktivitas pembakaran dikhawatirkan menambah sumber asap dan memperburuk kondisi udara yang saat ini sudah dipengaruhi asap lokal maupun lintas batas.
“BMKG Mopah Merauke mengimbau seluruh masyarakat di wilayah Papua Selatan untuk tetap waspada terhadap potensi penurunan kualitas udara,” tulis BMKG.
Masyarakat juga diminta terus memantau perkembangan informasi cuaca dan kondisi atmosfer melalui kanal resmi BMKG, mengingat arah serta konsentrasi sebaran asap dapat berubah mengikuti kondisi angin.
BMKG Mopah Merauke menyediakan layanan informasi melalui telepon (0971) 3330405, WhatsApp 081240179732, serta akun Instagram dan Facebook @info_bmkgmerauke.
(C7).





