Merauke, Cendrawasi7.com – Anggota Komisi IV DPR RI dapil Papua Selatan, Sulaiman L. Hamzah, mendorong kelompok peternak ayam petelur memanfaatkan peluang pasar dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengingatkan pentingnya manajemen usaha agar produksi telur terserap dan usaha kelompok terus berjalan.
Hal itu disampaikan Sulaiman saat membuka bimbingan teknis manajemen ayam petelur di Rumah Aspirasi Sulaiman L. Hamzah, Merauke, Kamis (5/11/2026). Kegiatan tersebut diikuti 15 kelompok peternak dari Kabupaten Merauke dan Boven Digoel.
Bimtek digelar melalui kerja sama Komisi IV DPR RI dengan Balai Veteriner Jayapura, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.
Sulaiman mengatakan program MBG membuka peluang bagi peternak lokal untuk memasok kebutuhan telur. Namun, peluang tersebut perlu diikuti pengaturan produksi dan pemasaran yang baik.
“Pasar itu terbuka sebenarnya. Datangi mereka,” kata Sulaiman.
Selain MBG, ia menilai kebutuhan pekerja di sejumlah perusahaan yang beroperasi di Papua Selatan dapat menjadi pasar bagi hasil peternakan masyarakat. Karena itu, kelompok penerima bantuan didorong aktif membangun jaringan pemasaran.
Sulaiman juga mengingatkan peserta agar memperhatikan kesehatan ternak dan kondisi kandang. Menurutnya, pengelolaan lingkungan pemeliharaan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keberlangsungan produksi telur.
Melalui bimtek tersebut, ia berharap peternak memahami cara mengelola usaha, mulai dari pemeliharaan ayam hingga penjualan hasil produksi.
Kepala Balai Veteriner, drh. Tri Juwianto, menjelaskan terdapat 15 kelompok penerima bantuan melalui aspirasi Sulaiman L. Hamzah. Rinciannya, 14 kelompok di Merauke dan satu kelompok di Boven Digoel.
Bantuan yang disiapkan mencakup kandang, ayam petelur, serta paket pakan. Penyalurannya dilakukan secara bertahap kepada kelompok penerima.
Tri berharap bantuan tersebut dapat menjadi modal usaha produktif sekaligus mendukung ketersediaan protein hewani bagi masyarakat. Ia meminta penerima merawat ternak secara bertanggung jawab dan menjaga kekompakan kelompok.
“Bangun kerja sama dan kekompakan karena bantuan ini diberikan bukan atas nama pribadi,” ujarnya.
Direktur Rumah Aspirasi Sulaiman L. Hamzah yang juga Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah, menekankan pentingnya transparansi pengelolaan bantuan. Ia mengingatkan agar ayam yang diterima dipelihara untuk mengembangkan usaha.
Fauzun juga meminta kelompok mengatur pendapatan dari penjualan telur secara tertib. Kebutuhan operasional, terutama pembelian pakan, harus dipastikan tersedia sebelum hasil usaha dibagikan kepada anggota.
“Jangan sampai selesai jual telur langsung uangnya dibagi ke anggota,” tegas Fauzun.
Menurutnya, ketidakkompakan dan pengelolaan keuangan yang kurang terbuka dapat menghambat usaha kelompok. Karena itu, bimtek diharapkan menjadi bekal untuk membangun tata kelola yang lebih baik.
Fauzun turut menyoroti harga pakan yang kerap menjadi kendala peternak. Ia berharap persoalan tersebut mendapat perhatian agar usaha ayam petelur dapat berkelanjutan.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Merauke, Martha Bayu, mengatakan bantuan sarana produksi perlu dibarengi kemampuan teknis dan manajemen usaha.
Peserta diharapkan memahami pengelolaan kandang, pemberian pakan, pencegahan penyakit, hingga pengaturan keuangan. Martha menjelaskan, pendapatan dari penjualan telur perlu diputar kembali untuk memenuhi kebutuhan pemeliharaan.
Untuk membantu pemasaran, pihaknya membuka kesempatan bagi kelompok peternak memanfaatkan kios pangan di Jalan Piah, Merauke.
“Ketika ada produksi telur, bisa dibawa. Kami hanya membantu untuk menjualkan,” kata Martha.
Ia menambahkan, pendampingan kesehatan ternak dapat dilakukan melalui delapan Pusat Kesehatan Hewan atau Puskeswan yang tersebar di tujuh distrik.
Adapun Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kelautan Papua Selatan, Paino, menilai pengembangan usaha peternakan memiliki peluang seiring meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat dan aktivitas perusahaan di wilayah tersebut.
Ia mengajak penerima bantuan mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan dukungan pemerintah untuk meningkatkan pendapatan.
“Ketika nanti ada bantuan yang diberikan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, provinsi, mari kita manfaatkan,” ujarnya. (C7)





