Merauke, Cendrawasi7.com – Kelompok tani di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, menerima 56 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) melalui program aspirasi anggota Komisi IV DPR RI daerah pemilihan Papua Selatan, Sulaiman L. Hamzah. Bantuan ini diharapkan menunjang aktivitas pertanian sekaligus membantu petani mengolah lahan hingga menangani hasil panen.
Direktur Rumah Aspirasi H. Sulaiman L. Hamzah yang juga Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah, mengatakan bantuan tersebut meliputi 12 traktor roda empat, 19 traktor roda dua, serta 10 mesin perontok padi atau power thresher.
Selain itu, disalurkan 15 pompa air yang terdiri atas tiga unit berukuran 3 inci, delapan unit berukuran 4 inci, dan empat unit berukuran 6 inci.
Dalam sambutannya, Fauzun menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan penyaluran bantuan. Ia menjelaskan, pengiriman peralatan dilakukan secara bertahap sehingga penyerahannya menunggu seluruh unit tiba di Merauke.
“Kami memang sengaja menunggu semua alat pertanian tiba, sehingga dengan adanya Bapak ke sini baru kita serahkan,” kata Fauzun. Kamis (05/11/2026).
Ia mengingatkan kelompok tani agar menyusun pengaturan penggunaan alat secara tertib dan mendahulukan kebutuhan anggota. Menurutnya, pengelolaan yang kurang baik dapat memicu perselisihan, terutama ketika alat sudah digunakan untuk melayani pihak lain sementara anggota kelompok penerima belum terlayani.
Fauzun juga menegaskan bahwa bantuan tersebut tidak boleh diperjualbelikan dan harus dirawat agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Sekali lagi Bapak/Ibu semua, meskipun alat diberikan gratis, tetapi tolong dirawat dan dijaga dengan baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan melalui program aspirasi tidak dipungut biaya. Namun, penggunaan alat tetap membutuhkan biaya operasional, seperti bahan bakar, perawatan, dan honor operator.
Karena itu, pengurus kelompok diminta menjelaskan kebutuhan biaya tersebut kepada anggota agar pengelolaannya dipahami bersama. Rumah Aspirasi juga akan memantau dan mengevaluasi pemanfaatan bantuan, terutama mesin pertanian berukuran besar.
Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengapresiasi dukungan Sulaiman dalam memperjuangkan kebutuhan petani. Ia menilai bantuan alsintan turut membantu pemerintah daerah mengembangkan sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan.
Meski demikian, Yoseph mengingatkan bahwa penyaluran alat perlu diimbangi dengan kesiapan layanan perawatan dan perbaikan. Ia mengusulkan pengembangan bengkel pertanian agar kerusakan alat dapat segera ditangani.
“Kalau misalnya kita bagi ribuan alat sementara nanti kerusakannya kita belum bisa mengelola dengan baik, itu juga menjadi salah satu persoalan tersendiri bagi kita,” kata Yoseph.
Ia berharap kelompok tani melakukan perawatan secara rutin untuk memperpanjang usia pakai alat sehingga tidak terus bergantung pada pengadaan baru.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kelautan Papua Selatan, Paino, turut meminta petani memaksimalkan dukungan yang telah diberikan. Menurutnya, bantuan peralatan dan pembukaan lahan harus diikuti kesungguhan petani dalam mengelola usaha pertanian.
Sementara itu, Sulaiman L. Hamzah mengatakan kebutuhan bengkel alsintan telah dibahas di Komisi IV DPR RI bersama direktorat jenderal terkait. Ia berharap dukungan tersebut dapat diakomodasi pada tahun mendatang.
Menurut Sulaiman, sejumlah alat yang disalurkan pada tahun-tahun sebelumnya sudah tidak beroperasi akibat kerusakan. Kondisi itu menjadi pengingat bahwa perawatan merupakan bagian penting dalam pemanfaatan bantuan.
“Kelompok ini harus benar-benar memanfaatkan alat ini, dirawat dengan baik,” tegasnya.
Selain layanan perbaikan, Sulaiman menyoroti ketersediaan bahan bakar untuk operasional pertanian. Ia menyebut satu dari 15 fasilitas pengisian BBM bagi petani yang diusulkan telah diresmikan Bupati Merauke.
Ia berharap fasilitas lainnya dapat direalisasikan secara bertahap sehingga petani lebih mudah memenuhi kebutuhan bahan bakar.
Sulaiman juga meminta kelompok tani menertibkan data keanggotaan dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan). Menurutnya, keanggotaan yang tercatat di lebih dari satu kelompok berpotensi menghambat pengajuan bantuan.
Untuk mendukung pengawasan, ia meminta jajaran Fraksi NasDem di tingkat provinsi dan kabupaten ikut memantau pemanfaatan alsintan serta menyerap kebutuhan petani di daerah pemilihan masing-masing.
“Kawan-kawan bisa jadi mata telinga untuk melihat peralatan yang beredar di daerah pemilihannya masing-masing, mengawasi,” ujarnya. (C7)





