MERAUKE, CENDRAWASI7.COM – Anggota Komisi IV DPR RI dapil Papua Selatan, Sulaiman L. Hamzah, mendorong pelaku usaha perikanan di Merauke memperkuat kualitas produk dan menangkap peluang pasar, termasuk memasok kebutuhan perusahaan.
Sulaiman menekankan, kepastian pasar harus menjadi dasar pengembangan usaha. Pelaku usaha perlu mengetahui kebutuhan pembeli sebelum meningkatkan produksi maupun mengajukan pinjaman modal.
Pesan itu disampaikannya dalam Bimbingan Teknis Kewirausahaan dan Akses Permodalan di Rumah Aspirasi Sulaiman L. Hamzah, Merauke, Papua Selatan, Senin (02/11/2026). Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Komisi IV DPR RI.
“Sesuatu yang kita hasilkan kalau ternyata tidak laku di pasar, berarti kan ini mubazir. Apalagi kita dibebani dengan uang kredit misalnya, kredit bank,” kata Sulaiman.
Menurutnya, tambahan modal perlu diimbangi dengan kemampuan menjual produk. Jika hasil produksi tidak terserap pasar, perputaran modal akan terhambat dan pelaku usaha berisiko kesulitan membayar pinjaman.
Karena itu, Sulaiman mengajak peserta memperhatikan kualitas, mengembangkan inovasi olahan, dan memperbaiki kemasan. Langkah tersebut dibutuhkan agar produk perikanan lokal semakin diminati konsumen.
“Tidak hanya cita rasa produksinya, tetapi juga lebih pada kemasan juga menentukan di situ,” ujarnya.
Selain peningkatan keterampilan, Sulaiman menyebut dukungan peralatan melalui jalur aspirasi mencakup cool box, freezer, dan mesin pengolahan ikan. Kebutuhan kelompok penerima perlu didata agar bantuan yang disiapkan sesuai dengan jenis usaha mereka.
Dukungan tersebut diharapkan membantu pelaku usaha menjaga kualitas bahan baku, meningkatkan kemampuan produksi, serta mengembangkan produk olahan yang memiliki nilai jual.
Peluang pemasaran ke perusahaan turut menjadi perhatian dalam kegiatan itu. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Merauke Leunard Herman Fransiskus Rumbekwan mengatakan, pihaknya tengah membangun kerja sama lintas organisasi perangkat daerah untuk membuka pemasaran, khususnya ke perusahaan perkebunan kelapa sawit.
Ia menyebut PT DPA telah menyatakan kesediaan membeli dan menampung produk unggulan daerah untuk memenuhi kebutuhan konsumsi karyawannya.
Namun, kemampuan pasokan sejumlah pemasok masih berada di bawah permintaan.
“Ternyata permintaan pasar daripada perusahaan sangat tinggi. Produksinya hanya 100 kg per bulan, sedangkan pasar mintanya hampir 400 sampai 500 kg per bulan,” tuturnya.
Untuk memperkecil kesenjangan tersebut, dinas berupaya memberikan pendampingan serta mendorong dukungan sarana produksi, benih, dan pakan. Komunikasi dengan perbankan juga dilakukan untuk membuka akses pembiayaan.
Sementara itu, Wakil Bupati Merauke Fauzun Nihayah menilai penguatan pemasaran perlu berjalan seiring dengan peningkatan produksi. Selama ini, keluhan masyarakat kerap berkaitan dengan kesulitan menjual hasil usaha.
“Sering kali yang menjadi curhatan masyarakat kita adalah stok kami banyak tetapi tidak bisa menjual dengan baik,” kata Fauzun.
Ia berharap peserta, termasuk ibu rumah tangga yang memproduksi bakso dan kerupuk ikan, dapat memanfaatkan bimtek untuk meningkatkan keterampilan pengolahan sekaligus memahami akses permodalan.
Ketua DPRK Merauke Samuel Mugujai juga meminta peserta menerapkan materi pelatihan dalam usaha sehari-hari agar dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga. (C7)





