MERAUKE, Cendrawasi7.com – Pencarian Salam (54), anak buah kapal (ABK) KMN Rizki Jaya Utama 01 yang hilang di perairan Laut Arafura, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, belum membuahkan hasil. Setelah berlangsung selama tujuh hari, operasi pencarian dan pertolongan resmi ditutup pada Rabu (7/10/2026).
Salam dilaporkan hilang setelah kapal tersebut mengalami kebocoran dan tenggelam pada 1 Oktober 2026.
Selama operasi berlangsung, tim SAR gabungan menyisir sekitar titik terakhir keberadaan kapal atau Last Known Position (LKP). Pencarian juga diperluas dengan mengacu pada peta prediksi pencarian SAR.
Namun, hingga hari terakhir operasi, tim belum menemukan korban maupun tanda-tanda keberadaannya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Rudi, mengatakan keputusan menutup operasi diambil setelah evaluasi bersama unsur SAR yang terlibat, pihak kapal, dan keluarga korban.
“Kami sudah membahas hasil operasi selama tujuh hari ini bersama pihak kapal dan keluarga dari korbannya,” ujar Rudi dalam keterangan pers, Rabu (7/10/2026).
“Akhirnya disepakati bersama untuk ditutup operasi SAR,” lanjutnya.
Evaluasi tersebut mempertimbangkan efektivitas pencarian serta belum ditemukannya tanda-tanda keberadaan korban di area yang telah disisir.
Basarnas Merauke menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian. Unsur tersebut meliputi rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Danpos Kodaeral XI Torasi, Bakamla Merauke, serta Satpolairud Polres Merauke.
Apresiasi juga disampaikan kepada pemilik kapal, masyarakat nelayan Merauke, dan keluarga korban yang mendukung pelaksanaan operasi. (C7)





