Merauke||Cendrawasi7, Pemerintah Provinsi Papua Selatan mematangkan rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah rumah sakit rujukan nasional guna memperkuat layanan kesehatan, terutama untuk penanganan penyakit berat seperti kanker, jantung, dan stroke.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Papua Selatan, dr. Benedicta C.H. Rahangiar, MARS, mengatakan kerja sama ini akan melibatkan sejumlah rumah sakit besar di Indonesia. Di antaranya RSUD Dok II Jayapura, RSUD Jayapura, RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, RSCM Jakarta, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RS Kanker Dharmais, hingga RSUD Dr. Soetomo Surabaya.
“Dalam waktu dekat, Bapak Gubernur akan melakukan penandatanganan MoU dengan rumah sakit jejaring. Ini penting untuk memperkuat layanan rujukan sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga medis di Papua Selatan,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Ia menjelaskan, kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada sistem rujukan pasien, tetapi juga mencakup transfer pengetahuan (transfer knowledge), khususnya dalam penanganan penyakit yang belum dapat ditangani secara optimal di daerah.
“Kasus kanker, jantung, stroke hingga uronefrologi masih menjadi tantangan. Melalui MoU ini, pasien bisa dirujuk ke rumah sakit pengampu, sementara tenaga kesehatan kita dapat belajar langsung dari mereka,” jelasnya.
Menurutnya, kolaborasi ini juga menjadi langkah strategis dalam mendorong pengembangan layanan di rumah sakit daerah, seperti RSUD Merauke dan RSUD Asmat.
Pemprov Papua Selatan juga berharap para direktur rumah sakit jejaring dapat berkunjung langsung ke wilayah tersebut. Dengan demikian, para mitra dapat melihat secara langsung kondisi fasilitas kesehatan yang ada.
“Jika penandatanganan dilakukan di sini, para direktur bisa melihat langsung kondisi rumah sakit kita, seperti RSUD Merauke, RS Bunda Pengharapan, hingga rumah sakit TNI. Dari situ mereka bisa memberikan masukan untuk pengembangan layanan,” katanya.
Lebih jauh, kerja sama ini juga membuka peluang bagi putra-putri Papua Selatan untuk menempuh pendidikan dokter maupun dokter spesialis di rumah sakit mitra.
“Ke depan, anak-anak Papua Selatan punya akses untuk belajar di rumah sakit tersebut. Ini investasi jangka panjang untuk sektor kesehatan kita,” ujarnya.
Ia optimistis penandatanganan MoU dapat segera terealisasi dalam waktu dekat, bahkan ditargetkan berlangsung pekan depan, menyesuaikan jadwal Gubernur dan para direktur rumah sakit.
“Ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Kesehatan. Harapannya, kolaborasi ini benar-benar membawa kemajuan signifikan bagi layanan kesehatan di Papua Selatan,” pungkasnya. (*)
