OlahragaProvinsi Papua selatan

Kejurprov Domino Papua Selatan Perdana Digelar, Orado Ubah Stigma dari Permainan Warung ke Olahraga Prestasi

Avatar photo
91
×

Kejurprov Domino Papua Selatan Perdana Digelar, Orado Ubah Stigma dari Permainan Warung ke Olahraga Prestasi

Sebarkan artikel ini
0-0x0-0-0#
Social Share

Merauke||Cendrawasi7, Pengurus Provinsi Olahraga Domino (Orado) Papua Selatan resmi menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) perdana di Hotel Care Inn, Merauke, pada 18–19 April 2026. Ajang ini menjadi langkah awal serius dalam membangun ekosistem olahraga domino sebagai cabang prestasi di wilayah tersebut.

‎Ketua Pengprov Orado Papua Selatan, Nikson Pampang, menegaskan kejurprov ini merupakan bagian dari agenda nasional yang dicanangkan Badan Pengurus Pusat Orado. Setiap provinsi, kata dia, diwajibkan menggelar kejuaraan sebagai upaya sistematis menjaring dan membina atlet.

‎“Seluruh tahapan mulai dari seleksi hingga perekrutan atlet sudah berjalan baik. Kejurprov ini menjadi bukti bahwa Papua Selatan siap ambil bagian dalam pengembangan olahraga domino secara nasional,” ujarnya.

‎Nikson menyebut, sepanjang 2026 pihaknya menargetkan penyelenggaraan hingga tiga kali kejurprov sebagai bagian dari pematangan atlet sebelum tampil di level lebih tinggi. Para juara nantinya akan diproyeksikan mengikuti kejuaraan nasional (kejurnas) yang akan digelar oleh pengurus pusat.

‎Tak hanya soal kompetisi, Orado Papua Selatan juga membawa misi besar mengubah cara pandang masyarakat terhadap domino. Selama ini, permainan tersebut kerap dilekatkan dengan stigma negatif, mulai dari sekadar hiburan di warung kopi hingga dikaitkan dengan praktik perjudian.

‎“Kami ingin meluruskan persepsi itu. Domino adalah olahraga yang menuntut konsentrasi, strategi, dan kekuatan mental. Ini bukan lagi permainan pinggir jalan, tapi olahraga yang membentuk karakter dan prestasi,” tegasnya.

‎Menurut Nikson, domino bahkan memiliki peluang berkembang sebagai industri olahraga yang mampu melahirkan atlet profesional dari daerah hingga tingkat nasional.

‎Kejurprov ini diikuti perwakilan dari berbagai daerah di Papua Selatan. Setiap daerah mengirimkan enam atlet yang terbagi dalam dua kategori, yakni senior dan usia di bawah 17 tahun. Dalam setiap kategori, terdiri dari dua pemain utama dan satu cadangan.

‎“Antusiasme cukup tinggi. Bahkan ada peserta dari tingkat SMP untuk kategori usia di bawah 17 tahun. Ini menjadi sinyal positif untuk pembinaan atlet sejak dini,” katanya.

‎Dalam pertandingan, domino dimainkan secara berpasangan, sehingga kerja sama tim menjadi kunci utama selain kemampuan individu. Kekompakan dan chemistry antar pemain dinilai sangat menentukan hasil pertandingan.

‎“Olahraga ini melatih daya pikir, strategi, sekaligus kerja sama. Itu yang menjadi nilai lebih dari domino sebagai cabang olahraga,” tambahnya.

‎Melalui kejurprov perdana ini, Orado Papua Selatan berharap dapat melahirkan atlet-atlet potensial yang siap bersaing di tingkat nasional sekaligus memperkuat eksistensi domino sebagai olahraga prestasi di daerah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page