PolitikProvinsi Papua selatan

Ketua DPC PKB Asmat: Tak Ada Lagi Kubu, Saatnya Bersatu Menangkan Rakyat

Avatar photo
194
×

Ketua DPC PKB Asmat: Tak Ada Lagi Kubu, Saatnya Bersatu Menangkan Rakyat

Sebarkan artikel ini
Social Share

Asmat||Cendrawasi7, Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Asmat terpilih, H. Yahya, langsung tancap gas usai dipercaya memimpin partai. Dalam pidato perdananya pada Musyawarah Cabang (Muscab), Yahya menegaskan pentingnya soliditas internal dan kerja nyata untuk masyarakat. Jumat (03/04/2026).

Menurutnya, Muscab bukan sekadar forum pergantian kepengurusan, melainkan titik awal menentukan arah perjuangan PKB di Asmat ke depan.

“Ini bukan sekadar kehormatan, tetapi amanah besar yang harus dijalankan dengan kesungguhan, kejujuran, dan komitmen,” tegas Yahya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader yang telah memberikan kepercayaan, sekaligus penghargaan kepada jajaran pengurus sebelumnya atas kontribusi dalam membesarkan partai di wilayah Asmat.

Yahya menegaskan kepemimpinannya akan mengedepankan prinsip kolektif kolegial, transparansi, dan akuntabilitas. Ia menolak pola kerja elitis dan menekankan pentingnya kebersamaan hingga ke tingkat bawah.

“PKB tidak boleh berjalan sendiri. Kita harus bergerak bersama sampai ke akar rumput. Tidak boleh ada wilayah yang tidak tersentuh,” ujarnya.

Konsolidasi Total hingga Kampung

Sebagai langkah awal, Yahya memastikan akan melakukan konsolidasi menyeluruh. Penguatan struktur partai akan difokuskan dari tingkat DPC, PAC hingga ranting di kampung-kampung.

Menurutnya, kondisi geografis Asmat yang menantang menuntut kerja organisasi yang lebih solid dan terstruktur. Karena itu, peningkatan kapasitas kader melalui pendidikan politik menjadi prioritas utama.

Jawab Persoalan Nyata Warga

Yahya tak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Asmat, mulai dari keterbatasan akses transportasi, belum meratanya pembangunan infrastruktur, hingga layanan pendidikan dan kesehatan yang masih perlu ditingkatkan.

Ia menegaskan, PKB harus hadir sebagai solusi konkret, bukan hanya muncul saat musim pemilu.

“PKB harus menjadi rumah bagi rakyat kecil, saluran aspirasi, dan penggerak perubahan sosial,” katanya.

Bidik Kenaikan Kursi DPRD

Di sisi politik elektoral, Yahya menargetkan peningkatan perolehan kursi PKB di DPRD Kabupaten Asmat. Ia menilai, kekuatan politik harus dibangun sejak dini melalui strategi yang matang.

Langkah yang disiapkan meliputi penguatan basis suara di setiap distrik, rekrutmen kader potensial dan berintegritas, hingga optimalisasi komunikasi politik termasuk pemanfaatan media sosial.

“Target kita jelas, kursi PKB di DPRD harus bertambah. Ini keharusan,” tegasnya.

Dorong Ekonomi, Peran Pemuda dan Perempuan

Ke depan, PKB Asmat akan fokus pada sejumlah program prioritas, di antaranya pendidikan politik, pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal, kegiatan sosial-keagamaan, serta peningkatan peran pemuda dan perempuan dalam politik.

Yahya juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai ideologi partai yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah, Pancasila, dan semangat kebangsaan, terutama dalam merawat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Asmat.

“Tak Ada Lagi Kubu”

Mengakhiri pidatonya, Yahya mengajak seluruh kader untuk menutup perbedaan yang muncul selama proses Muscab dan kembali bersatu membesarkan partai.

“Muscab telah selesai. Tidak ada lagi kubu-kubu. Yang ada hanya satu: PKB Kabupaten Asmat,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan seluruh kader agar tidak hanya menjadi pengurus di atas kertas, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat dan berjuang nyata untuk kepentingan rakyat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page