Asmat||Cendrawasi7, Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, turun langsung menyerap aspirasi masyarakat Kampung Yaisiu, Distrik Atsj, Kabupaten Asmat. Dialog digelar di rumah adat Jew, Selasa (3/3/2026), dalam suasana penuh keakraban.
Apolo tiba di Atsj menggunakan pesawat milik Mission Aviation Fellowship dari Merauke dan mendarat di atas permukaan Kali Bets pada pagi hari. Kehadirannya disambut masyarakat setempat sebelum kemudian memasuki rumah adat Jew untuk berdiskusi.
Pantauan di lokasi, Apolo membuka dialog dengan menyapa warga dan para tua adat menggunakan bahasa daerah setempat. Sapaan itu langsung mencairkan suasana di dalam rumah adat yang menjadi pusat aktivitas budaya masyarakat Asmat tersebut.
Dalam pengantarnya, Apolo menyampaikan arah pembangunan daerah yang selaras dengan kebijakan pemerintah pusat, termasuk penekanan pada efisiensi anggaran sebagaimana diinstruksikan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa setiap program harus tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Usai pemaparan, dialog dibuka. Sejumlah aspirasi pun mengemuka.
Salah satu yang paling disorot adalah layanan listrik. Warga meminta agar Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyalakan listrik selama 24 jam penuh. Saat ini, masyarakat Yaisiu baru menikmati aliran listrik sekitar 12 jam per hari.
“Kami berharap lampu bisa menyala 24 jam,” ungkap salah satu warga dalam forum tersebut.
Tak hanya listrik, kualitas jaringan telekomunikasi juga dikeluhkan. Warga menilai akses internet melalui Telkomsel masih lambat dan sering menghambat aktivitas komunikasi maupun akses informasi. Mereka meminta adanya peningkatan kapasitas jaringan agar koneksi lebih stabil dan cepat.
Dalam diskusi itu, warga juga menyampaikan aspirasi terkait rencana pemekaran wilayah Asmat Tengah. Selain itu, permintaan peningkatan sarana dan prasarana puskesmas setempat turut menjadi perhatian, terutama penyediaan ruang bersalin yang memadai bagi ibu dan bayi.
Menutup rangkaian kunjungan, Apolo tak langsung meninggalkan lokasi. Ia bersama masyarakat keluar dari rumah adat Jew dan berkumpul di tepi Kali Bets. Di sana, suasana berubah menjadi hangat dan penuh kebersamaan ketika mereka memainkan alat musik tradisional dan menyanyikan lagu “Bumbuye”, ciptaan Apolo sendiri.
Momen itu menjadi penutup kunjungan yang tak hanya sarat dialog pembangunan, tetapi juga memperkuat ikatan budaya antara pemerintah dan masyarakat Asmat. (*)
