Papua Selatan

Dari Ujung Timur Indonesia, Doa dan Donasi Mengalir untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatera ‎

Avatar photo
×

Dari Ujung Timur Indonesia, Doa dan Donasi Mengalir untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatera ‎

Sebarkan artikel ini
Social Share

Merauke||Cendrawasi7, Sebagai bentuk empati dan solidaritas kemanusiaan, umat Muslim di ujung timur Indonesia menggelar doa bersama untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera dengan mengusung tema “Kepedulian Kita, Harapan Mereka”. Kegiatan ini menjadi ikhtiar batin sekaligus sosial untuk menguatkan saudara sebangsa yang hingga kini masih merasakan dampak bencana.Sabtu (7/02/2026). Malam

‎Meski peristiwa bencana di Aceh dan Sumatera telah berlalu beberapa bulan, duka dan kesulitan yang dialami para korban masih terasa. Atas dasar itu, masyarakat dari wilayah timur Indonesia turut mengambil bagian dengan memanjatkan doa agar para korban diberi ketabahan, kekuatan, dan jalan keluar terbaik oleh Allah SWT.

‎Penanggung jawab kegiatan, Ustadz Muhlisin, menjelaskan bahwa doa bersama baru dapat dilaksanakan saat ini karena disesuaikan dengan momentum spiritual bulan Sya’ban.

‎“Insya Allah, doa yang dipanjatkan pada malam Sya’ban memiliki keutamaan tersendiri. Apa yang kita lakukan hari ini masih sangat dibutuhkan, baik doa maupun partisipasi umat Islam untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujarnya.

‎Selain doa, kegiatan tersebut juga dibarengi dengan penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian nyata. Hingga saat ini, donasi yang terkumpul telah mencapai lebih dari Rp11 juta dan masih dibuka hingga 14 Februari 2026. Seluruh dana disalurkan melalui Baznas agar dapat dikelola secara transparan dan tepat sasaran.

‎Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi sejumlah organisasi Islam sebagai wujud empati dan kecintaan terhadap sesama anak bangsa. Doa bersama dipimpin oleh Ustadz Abul Kadir, yang dalam tausiyahnya menegaskan bahwa setiap musibah merupakan ketetapan Allah SWT, namun umat tetap memiliki kewajiban untuk saling menguatkan.

‎“Doa bersama ini bukan hanya untuk saudara kita yang tertimpa musibah, tetapi juga sebagai ikhtiar penolak bala bagi kita, keluarga, dan bangsa,” tuturnya.

‎Panitia menegaskan, kepedulian tidak berhenti pada doa semata, tetapi juga diwujudkan melalui aksi penggalangan dana. Menurut mereka, bantuan sekecil apa pun memiliki nilai besar selama dilandasi ketulusan.

‎“Ini adalah kewajiban kemanusiaan kita bersama. Doa dari timur, khususnya dari Papua Selatan, diharapkan menjadi tambahan semangat bagi saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera untuk bangkit dan menata kembali kehidupan mereka,” ujar panitia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page