Merauke||Cendrawasi7, Tim SAR Gabungan terus melanjutkan upaya pencarian korban tenggelamnya KM Bintang Laut di perairan Arafura. Memasuki hari ketiga pencarian, Jumat (23/1/2026), operasi SAR dilakukan dengan memperluas area pencarian ke arah selatan–tenggara dari lokasi kejadian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Merauke, Rudi. SE, MM mengatakan pencarian telah dimulai sejak pukul 06.30 WIT dengan mengerahkan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB).
“Pagi ini tim SAR gabungan sudah memulai pencarian sejak pukul 06.30. Area pencarian kita perluas ke arah selatan-tenggara, mendekati lokasi kejadian, namun tidak lagi terfokus pada titik jatuh,” ujar Rudi.
Menurutnya, perluasan area pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi angin, arus, dan gelombang yang berpotensi menyebabkan korban terbawa mendekati daratan.
“Evaluasi kami menunjukkan adanya kemungkinan korban mengarah ke daratan, bahkan mendekati wilayah perbatasan Papua Nugini,” jelasnya.
Basarnas Merauke juga telah melakukan koordinasi dengan Konsulat Jenderal serta otoritas terkait di Papua Nugini. Jika terdapat informasi dari masyarakat atau tim SAR setempat di wilayah tersebut, pihaknya berharap dapat segera diteruskan.
“Kami sudah berkoordinasi. Jika ada informasi atau temuan dari pihak Papua Nugini, akan segera disampaikan kepada kami,” katanya.
Selain pencarian laut, tim SAR juga menyiapkan penelusuran darat di sekitar lokasi kejadian. Koordinasi lintas instansi pun telah dilakukan, melibatkan Polres Merauke Polda Papua, Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, Stasiun Radio Pantai (SROP), serta Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Merauke.
“Kami juga sudah menyampaikan informasi kepada kapal-kapal yang melintas dan nelayan yang beraktivitas di sekitar lokasi kejadian agar segera melapor jika menemukan tanda-tanda korban,” ujar Rudi.
Kendala utama dalam operasi pencarian masih disebabkan oleh kondisi cuaca yang belum bersahabat. Berdasarkan laporan tim di lapangan, tinggi gelombang berkisar antara 2 hingga 3 meter.
“Meski cuaca kurang mendukung, tim SAR gabungan hingga saat ini tetap melaksanakan pencarian di sekitar lokasi kejadian,” tegasnya.
Rudi menambahkan, hingga Kamis (22/1) pukul 18.00 WIT, hasil pencarian masih nihil. Namun demikian, pihaknya tetap optimistis korban dapat ditemukan.
“Kami masih optimis. Hari ini merupakan hari ketiga dari total tujuh hari masa operasi SAR. Masih ada empat hari golden time yang akan kami manfaatkan secara maksimal,” ujarnya.
Dalam operasi SAR tenggelamnya KM Bintang Laut, sebanyak 30 personel SAR gabungan dikerahkan.
Data Korban KM Bintang Laut
Selamat (12 orang):
Setiawan, Apan Supandi, Asep Purnama Sidik, Ujang Ramdani, Sawon, Abdullah, Heriawan, Supriyono, Dedi Sukanto, Ahmad Idwar Juarsi, Achmad Dicki Dermawan, Rudiono.
Meninggal dunia (1 orang):
Asep Roslana.
Belum ditemukan (6 orang):
Muhammad Rifai, Syahrul Ramdani, Lukman Hidayat, Sabriansyah, Tri Pandu Novianto, Dede Insan Permana. (*)
