Provinsi Papua selatan

Jelang Pindah Kantor, Pemprov Papua Selatan Gelar Rakor Bersama OPD

Avatar photo
147
×

Jelang Pindah Kantor, Pemprov Papua Selatan Gelar Rakor Bersama OPD

Sebarkan artikel ini
Social Share

Merauke||Cendrawasi7, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk membahas persiapan pemindahan aktivitas pemerintahan ke kantor pusat pemerintahan baru yang berlokasi di Kota Terpadu Mandiri (KTM) Salor, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke.

Rakor yang diikuti para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan kepala biro di lingkungan Pemprov Papua Selatan itu dipimpin langsung oleh Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo. Kegiatan berlangsung di ruang rapat Kantor Gubernur Papua Selatan, Selasa (30/12/2025).

Mengawali rapat, Gubernur Apolo menyampaikan bahwa rangkaian awal penggunaan kantor baru akan diawali dengan upacara adat, apel perdana, serta ibadah dan pemberkatan kantor.

Untuk apel perdana, Apolo menegaskan wajib diikuti seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Papua Selatan. Apel dijadwalkan berlangsung pada Senin (5/1/2026) pukul 08.00 WIT di halaman Kantor Gubernur Papua Selatan sesuai undangan resmi.

“Apel pagi harus dihadiri seluruh OPD yang ada di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Selatan,” tegas Apolo.

Sebelum apel perdana, lanjut Apolo, akan dilaksanakan upacara adat sesuai tata cara dan budaya suku Marind sebagai pemilik wilayah adat. Upacara adat tersebut direncanakan berlangsung mulai Minggu (3/1/2026) malam hingga Senin (5/1/2026) pagi.

Setelah apel pagi, kegiatan dilanjutkan dengan ibadah, pemberkatan, serta peresmian Kantor Gubernur Papua Selatan, kemudian dilanjutkan ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Selatan.

“Pemberkatan akan diawali dari Kantor Gubernur, kemudian dilanjutkan ke Kantor DPR Provinsi Papua Selatan,” ujarnya.

Terkait pemindahan aset, Apolo menyebut proses pemindahan dilakukan secara bertahap karena tidak semua aset dapat dipindahkan sekaligus. Sebagian aset sementara akan disimpan di Hotel Asmat dan Kantor Badan Keuangan Daerah yang saat ini masih kosong.

“Kita pindah secara bertahap, tidak bisa semuanya dipindahkan sekaligus,” katanya.

Gubernur Apolo juga menugaskan Asisten III Setda Papua Selatan, Alberth Rapami, untuk mengatur proses penyerahan kantor sekaligus pembagian ruangan bagi setiap OPD.

Sementara itu, Asisten III Setda Papua Selatan Alberth Rapami menjelaskan saat ini dua gedung sudah siap digunakan, yakni Kantor Sekretariat Daerah (Setda) dan Kantor DPRP Papua Selatan. Untuk Kantor Setda, pembagian ruangan telah dilakukan, sementara Badan Keuangan Daerah untuk sementara berkantor di Setda.

Rapami juga menyampaikan bahwa penyerahan sementara rumah susun (rusun) dan rumah khusus (rusus) telah dilakukan. Selain itu, tujuh dokumen penyerahan awal telah disiapkan dan ditandatangani Gubernur Papua Selatan. Ia menyebut terdapat lima OPD yang tidak menggunakan fasilitas rusus.

“Sebanyak 17 OPD lainnya telah dibagi untuk menggunakan rusus dan siap untuk mulai berkantor,” jelasnya.

Rapami menambahkan, sesuai arahan gubernur, rusun diperuntukkan khusus bagi ASN orang asli Papua, dengan prioritas kepada orang asli Papua Selatan. Ia juga mengingatkan OPD pengguna rusus agar tidak memindahkan fasilitas bangunan seperti lampu dan perlengkapan lainnya.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Papua Selatan Ferdinandus Kainakaimu berharap seluruh persiapan dilakukan secara matang. Ia juga mengingatkan agar seluruh ASN menjaga kesehatan menjelang pemindahan aktivitas kerja.

“Terkait pemindahan, persiapan harus benar-benar dipastikan dengan baik dan komunikasi dengan staf perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Ferdinandus menyarankan setiap OPD membentuk grup WhatsApp sebagai sarana koordinasi internal agar proses pemindahan dan penataan kerja di kantor baru berjalan lancar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page