Provinsi Papua selatan

Dinkes Papua Selatan Gencarkan Aksi Lawan Malaria: Cek Kesehatan & Bagi Kelambu di Asiki

Avatar photo
54
×

Dinkes Papua Selatan Gencarkan Aksi Lawan Malaria: Cek Kesehatan & Bagi Kelambu di Asiki

Sebarkan artikel ini
Social Share

Boven Digoel||Cendrawasi7, Upaya mewujudkan Papua Selatan bebas malaria terus digencarkan. Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Papua Selatan kembali turun langsung ke lapangan, memberikan layanan kesehatan gratis dan membagikan kelambu antimalaria kepada warga Kampung Kao, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, Sabtu (18/10/2025).

Kegiatan tersebut bertepatan dengan kunjungan kerja Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, di wilayah Asiki. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan, dr. Benedicta Herlina Rahanggiar, mengatakan aksi lapangan ini merupakan bagian dari program eliminasi malaria menuju 2030.

“Kami bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel dan Puskesmas Gidentiri melakukan posyandu rutin, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pembagian kelambu massal sebagai langkah nyata menuju eliminasi malaria 2030,” ujar dr. Herlina.

Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan juga diisi dengan penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada anak-anak, serta penyerahan paket PHBS yang diberikan langsung oleh Gubernur Apolo Safanpo.

Fokus Eliminasi Malaria di Tanah Papua

dr. Herlina menjelaskan, angka Annual Parasite Incidence (API) atau tingkat infeksi malaria di Kabupaten Boven Digoel masih relatif tinggi dibandingkan wilayah lain di Papua Selatan. Karena itu, pihaknya terus memperkuat intervensi melalui pemeriksaan massal, pembagian kelambu, dan pemberian obat anti malaria.

“Tahap awal kami fokus di Kabupaten Merauke. Setelah itu, tiga kabupaten lainnya akan kami intervensi dengan pendekatan yang sama,” jelasnya.

Ia pun mendorong masyarakat untuk aktif memanfaatkan layanan kesehatan yang sudah tersedia.

“Meski merasa sehat, sebaiknya masyarakat tetap rutin memeriksakan diri. Dari situ kami bisa mendapatkan data kesehatan yang akurat,” imbuhnya.

Tak lupa, dr. Herlina mengingatkan pentingnya menggunakan kelambu dengan benar.

“Kelambu jangan hanya dipasang, tapi dipakai saat tidur. Mungkin awalnya terasa panas, tapi lama-lama akan terbiasa,” katanya sambil tersenyum.

(Kepala Puskesmas Getentiri Bernadus Maturbongs)

Puskesmas Getentiri: Posyandu Aktif, Tenaga Medis Terbatas

Sementara itu, Kepala Puskesmas Getentiri, Bernadus Maturbongs, mengatakan pihaknya terus berupaya menjaga keberlangsungan posyandu di lima kampung binaan. Hingga kini terdapat 12 hingga 13 posyandu aktif, di antaranya Posyandu Naga, Kali kao, dan Asiki, yang berlangsung bersamaan dengan kegiatan Dinkes Provinsi.

“Setiap bulan kami turun ke lapangan untuk posyandu rutin, pemeriksaan kehamilan, pengobatan, dan pembagian kelambu massal. Warga datang dengan kesadaran sendiri karena sudah tahu jadwalnya,” jelas Bernadus.

Meski demikian, ia mengakui masih menghadapi kendala, terutama soal fasilitas kesehatan dan tenaga medis.

“Beberapa tempat pelayanan belum layak. Kami berharap pemerintah bisa memperbaiki sarana agar masyarakat mendapat layanan lebih nyaman,” ujarnya.

Tenaga dokter dan apoteker pun masih terbatas.

“Selama ini pemeriksaan banyak dilakukan oleh perawat dan bidan. Kami berharap provinsi bisa membantu menambah tenaga dokter gigi dan tenaga apoteker agar pelayanan lebih maksimal,” tambahnya.

Menuju Generasi Sehat dan Cerdas

Lewat kegiatan ini, Dinas Kesehatan Papua Selatan berharap masyarakat terutama anak-anak semakin sadar pentingnya hidup bersih dan sehat.

“Jika anak-anak terbiasa mencuci tangan, menggosok gigi, dan rutin ke posyandu, mereka akan tumbuh jadi generasi yang sehat, cerdas, dan produktif,” tutur dr. Herlina dengan optimisme.

Aksi Nyata untuk Papua Selatan Bebas Malaria

Kegiatan Dinkes Papua Selatan di Kampung Kao menjadi bukti nyata bahwa eliminasi malaria bukan sekadar wacana. Dengan menggandeng lintas sektor, dari tenaga medis hingga pemerintah daerah, langkah menuju Papua Selatan bebas malaria kian mantap.

“Kita semua punya peran. Mulai dari tidur di kelambu, menjaga kebersihan lingkungan, sampai datang ke posyandu. Semua itu bagian dari perjuangan bersama,” tutup dr. Herlina. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page