Provinsi Papua selatan

Banjir melanda Dua Kampung di Distrik Jagebob, Merauke: Warga Bertahan Meski Rumah Terendam

Avatar photo
354
×

Banjir melanda Dua Kampung di Distrik Jagebob, Merauke: Warga Bertahan Meski Rumah Terendam

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072
Social Share

MERAUKE_C7.com

Banjir besar menerjang dua kampung di Distrik Jagebob, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, akibat hujan deras yang terus mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. Dampak bencana ini sangat parah, dengan rumah-rumah warga terendam dan dikhawatirkan jika curah hujan tinggi akses utama menuju kawasan tersebut bisa terputus. Kampung Wenda Asri dan Kampung Poo menjadi dua titik yang paling terdampak, menyebabkan ratusan warga terjebak dalam situasi yang semakin sulit.

Oplus_131072

Pada Minggu, 23 Maret 2025, Sekretaris Kampung Wenda Asri, Ani Irianti, menjelaskan bahwa banjir telah merendam tiga RT di kampungnya: RT 04, RT 05, dan RT 06. Sebanyak 71 kepala keluarga (KK), atau sekitar 164 jiwa, kini terperangkap dalam kondisi banjir yang semakin parah. Berikut adalah rincian rumah yang terendam:

– RT 04: 9 KK (20 jiwa), 8 rumah, 4 rumah terendam

– RT 05: 11 KK (40 jiwa), 9 rumah, 1 rumah terendam

– RT 06: 51 KK (104 jiwa), 26 rumah, 1 rumah terendam

Walaupun ketinggian air terus meningkat, sebagian besar warga memilih untuk bertahan di rumah mereka, meskipun situasi semakin mengkhawatirkan. Bahkan dua keluarga yang berada dalam kondisi rentan menolak untuk dievakuasi, meskipun pengungsian telah ditawarkan. Keputusan ini mencerminkan keteguhan hati warga yang lebih memilih bertahan di rumah meskipun air semakin naik.

Pemerintah setempat, bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Merauke, segera mengambil langkah cepat untuk menangani bencana ini. Kepala BPBD, Romanus Sujatmiko, mengungkapkan bahwa tim reaksi cepat telah diterjunkan sejak Jumat lalu untuk memantau situasi di lapangan. “Banjir ini dipicu oleh hujan lebat yang disertai dengan banjir kiriman dari hulu. Kami siap memberikan bantuan lebih lanjut jika situasi semakin memburuk,” kata Romanus.

Meski banjir terus meluas, hingga saat ini belum ada evakuasi besar-besaran karena warga masih memilih untuk bertahan. “Kami terus memantau perkembangan bencana ini dan akan memberikan dukungan maksimal untuk membantu masyarakat yang terdampak,” tambahnya.

Sementara itu, di Kampung Poo, banjir juga mulai merendam beberapa rumah, terutama yang terletak di dekat aliran Kali Maro, dengan ketinggian air mencapai lebih dari mata kaki orang dewasa. Jika air tidak segera surut, kemungkinan besar akses keluar dari kampung ini akan terputus. Media ini mencoba menghubungi kepala Kampung Poo, namun belum berhasil tersambung.

Pemerintah daerah berjanji akan terus memberikan bantuan dan dukungan penuh bagi masyarakat yang tengah menghadapi bencana ini. Meskipun tantangan geografis yang jauh mempengaruhi kecepatan respons, pihak berwenang berkomitmen untuk memastikan penanganan yang efektif demi keselamatan dan kesejahteraan warga yang terdampak.

Bencana ini mengingatkan kita akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca ekstrem serta solidaritas yang kuat antara warga dan pemerintah dalam mengatasi dampak bencana alam. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page