Provinsi Papua selatan

Perum Bulog Merauke Gelar Sosialisasi HPP Beras dan Gabah 2025, Dorong Semangat Petani dengan harga baru

Avatar photo
109
×

Perum Bulog Merauke Gelar Sosialisasi HPP Beras dan Gabah 2025, Dorong Semangat Petani dengan harga baru

Sebarkan artikel ini
Social Share

MERAUKE_C7.com

Bulog Cabang Merauke mengadakan sosialisasi mengenai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk beras dan gabah tahun 2025 bersama Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Merauke, TNI, Perpadi, serta mitra terkait. Acara ini berlangsung di Caffe Valentine, Senin (3/2/2025), dengan tujuan memberikan pemahaman tentang penetapan harga baru dan upaya penyerapan gabah serta beras lokal.

Wakil Pimpinan Bulog Papua-Papua Barat, Jusri Pakke, menyampaikan bahwa sosialisasi ini sangat penting untuk menginformasikan keputusan terbaru mengenai harga gabah kering panen, gabah kering giling, dan harga beras tahun 2025, berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional RI Nomor 2 Tahun 2025. Menurut Jusri, Bulog akan terus mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras produksi dalam negeri sepanjang tahun 2025.

Jusri mengungkapkan bahwa pada tahun 2024, Perum Bulog Merauke berhasil melampaui target penyerapan gabah dan beras yang ditetapkan pemerintah pusat. Dengan target 11.000 ton, Bulog Merauke mampu menyerap hingga 16.000 ton, atau 140% dari target. “Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung capaian ini,” kata Jusri.

Pada tahun 2025, Perum Bulog Merauke menargetkan penyerapan gabah dan beras sebesar 25.000 ton, dengan harapan hasil panen petani akan lebih maksimal dan didorong oleh harga baru yang lebih menguntungkan. “Kami berharap harga HPP yang baru dapat memotivasi petani untuk lebih semangat dalam meningkatkan hasil produksi mereka,” lanjutnya.

Pimpinan Cabang Perum Bulog Merauke, Karennu, dalam kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa harga pembelian pemerintah (HPP) untuk beras kualitas sosoh derajat minimal 95% dengan kadar air maksimal 14%, butir patah maksimal 25%, dan menir maksimal 2% naik menjadi Rp12.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp11.000 pada 2024.

Sementara itu, untuk gabah kering panen dengan kadar air maksimal 25% dan kadar hampa 10%, harga beli yang ditetapkan adalah Rp6.500 per kilogram. “Gabah dengan kualitas di bawah standar akan disesuaikan dengan rafaksi harga kualitas gabah tersebut,” jelas Karennu.

Karennu menambahkan, kenaikan harga ini diharapkan dapat memberi dampak positif bagi petani, khususnya di Kabupaten Merauke. Selain meningkatkan kesejahteraan petani, hal ini juga diharapkan dapat mendorong mereka untuk lebih produktif dalam bertani. “Kami berharap harga baru ini akan menjadi motivasi bagi petani untuk meningkatkan produksi padi, sehingga Merauke bisa terus berkontribusi dalam mencapai swasembada pangan,” pungkasnya.

Dengan sosialisasi ini, Perum Bulog Merauke berharap agar seluruh pemangku kepentingan dapat bekerja sama untuk mencapai target penyerapan gabah dan beras yang lebih tinggi, serta mendukung petani dalam mewujudkan kesejahteraan yang lebih baik. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page