Provinsi Papua selatan

Paparan Pangdam di DPR Papua Selatan: Keamanan, Pangan, hingga Pembinaan OAP Jadi Sorotan

Avatar photo
36
×

Paparan Pangdam di DPR Papua Selatan: Keamanan, Pangan, hingga Pembinaan OAP Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Social Share

Merauke||Cendrawasi7, Panglima Kodam (Pangdam) XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia memaparkan visi dan misi jajarannya di hadapan pimpinan dan anggota DPR Papua Selatan. Paparan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas lembaga dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendorong percepatan pembangunan daerah.

‎Kegiatan yang digelar di kawasan KTM Salor, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Selasa (5/5/2026), dipimpin Ketua DPR Papua Selatan Heribertus Silvinus Silubun dan dihadiri unsur TNI serta anggota dewan.

‎Dalam paparannya, Pangdam menegaskan pendekatan “Kenali, Datangi, dan Layani” menjadi strategi utama Kodam Mandala Trikora dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

‎“Stabilitas keamanan adalah fondasi utama pembangunan. Kehadiran TNI harus mampu menghadirkan rasa aman, sekaligus memastikan program pemerintah berjalan dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Pelamonia.

‎Ia menekankan, TNI tidak mengambil alih peran sipil, melainkan berfungsi sebagai penguat dalam mendukung program strategis nasional. Di antaranya, pengembangan cetak sawah dan pembangunan infrastruktur di wilayah Papua Selatan.

‎Pelamonia juga menyoroti pentingnya peran DPR sebagai representasi rakyat. Menurutnya, komunikasi terbuka dan koordinasi yang solid menjadi kunci agar setiap kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

‎“Kami terbuka terhadap seluruh masukan dan aspirasi dari DPR demi kepentingan masyarakat Papua Selatan,” tegasnya.

‎Ketua DPR Papua Selatan Heribertus Silvinus Silubun menyambut positif paparan tersebut. Ia berharap sinergi antara TNI dan DPR semakin kuat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di wilayah Papua Selatan.

‎Dalam sesi diskusi, sejumlah isu strategis mengemuka. Mulai dari pembinaan generasi muda asli Papua, perhatian bagi masyarakat di wilayah terpencil seperti Korowai, hingga usulan pelaksanaan rekrutmen TNI/Polri di Merauke.

‎Selain itu, kebutuhan pembangunan infrastruktur di wilayah Boven Digoel juga menjadi sorotan anggota dewan.

‎Menanggapi hal tersebut, Pangdam memastikan komitmen TNI untuk ikut mencari solusi. Salah satunya melalui rencana pelaksanaan seleksi prajurit TNI di Merauke, serta dukungan terhadap pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas pemerintah pusat.

‎Ia juga menyinggung pentingnya pembinaan anak-anak asli Papua secara berkelanjutan, termasuk opsi penyediaan fasilitas penampungan atau barak sebagai bagian dari program pembinaan dan pemberdayaan.

‎Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh keakraban. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara TNI dan DPR Papua Selatan, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan, mendukung pembangunan, serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut. (Pen MT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page