Provinsi Papua selatan

KM Bunga Melati 02 Terbakar di Dermaga Munu, Diduga Tersambar Api Kompor

Avatar photo
166
×

KM Bunga Melati 02 Terbakar di Dermaga Munu, Diduga Tersambar Api Kompor

Sebarkan artikel ini
Social Share

Asmat||Cendrawasi7, Kebakaran hebat melanda kapal KM Bunga Melati 02 yang tengah bersandar di Dermaga Kampung Munu, Distrik Tomor Birip, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Senin (4/5/2026) pagi. Insiden terjadi saat proses penyalinan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite berlangsung di atas kapal.

‎Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIT. Berdasarkan keterangan saksi, kapal sebelumnya tiba dari Kampung Tomor sekitar pukul 09.30 WIT untuk melakukan aktivitas bongkar muat.

‎Saat kapal bersandar, salah satu anak buah kapal (ABK), Muhamad Ali (32), menyalakan kompor untuk memasak di dalam kapal. Tak lama kemudian, Simon Parru’ (40), yang datang atas perintah pemilik kapal, mulai menyalin BBM jenis Pertalite dari dalam drum ke dalam wadah menggunakan gentong.

‎Sekitar pukul 10.00 WIT, percikan api dari kompor diduga menyambar uap BBM yang berada di dekat lokasi penyalinan. Api dengan cepat membesar dan membakar bagian dalam kapal.

‎Melihat kobaran api, kedua saksi langsung menyelamatkan diri dengan melompat keluar kapal sambil meminta bantuan warga sekitar. Upaya pemadaman pun dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat dengan peralatan seadanya.

‎“Sekitar pukul 10.30 WIT, api berhasil dipadamkan,” demikian keterangan yang dihimpun dari laporan di lapangan.

‎Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, bagian dalam kapal dilaporkan hangus terbakar. Pemilik kapal, Sudarmin (46), seorang nelayan asal Kampung Munu, mengalami kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

‎Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta berkoordinasi dengan aparat kampung dan warga setempat.

‎Dari hasil sementara, kebakaran diduga kuat dipicu kelalaian saat penyalinan BBM yang dilakukan berdekatan dengan sumber api terbuka.

‎Polisi mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, agar lebih berhati-hati dalam menangani bahan bakar di atas kapal guna mencegah kejadian serupa terulang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page