Provinsi Papua selatan

Kadis Pendidikan Papua Selatan: Anak Disabilitas Punya Hak dan Peluang yang Sama

Avatar photo
115
×

Kadis Pendidikan Papua Selatan: Anak Disabilitas Punya Hak dan Peluang yang Sama

Sebarkan artikel ini
Social Share

Merauke||Cendrawasi7, Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Provinsi Papua Selatan berlangsung tak biasa. Untuk pertama kalinya, upacara digelar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Anim Ha, Kabupaten Merauke—sebuah langkah simbolik yang menegaskan komitmen pemerintah terhadap pendidikan inklusif bagi anak-anak disabilitas.

‎Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Selatan, Ignasius Babaga, yang hadir mewakili Gubernur Papua Selatan Apollo Safanpo, menegaskan bahwa Hardiknas tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan. Momentum ini, kata dia, harus menjadi penggerak kolaborasi semua pihak dalam mewujudkan pendidikan bermutu yang merata.

‎“Tema tahun ini ‘Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua’. Ini bukan sekadar slogan, tapi tanggung jawab bersama, termasuk kami di pemerintah provinsi,” ujar Ignasius dalam sambutannya, Jumat (2/5/2026).

‎Pemilihan SLB Anim Ha sebagai lokasi upacara disebutnya bukan tanpa makna. Pemerintah ingin mengirim pesan kuat bahwa siswa dan tenaga pendidik di SLB memiliki kedudukan yang setara dengan sekolah umum lainnya.

‎“Anak-anak di SLB adalah bagian dari tanggung jawab kami. Mereka berhak mendapat perhatian dan layanan pendidikan yang sama,” tegasnya.

‎Suasana upacara berlangsung penuh semangat. Antusiasme para siswa terlihat sepanjang rangkaian kegiatan, mulai dari upacara hingga lomba-lomba yang diikuti pelajar dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk menampilkan potensi dan bakat mereka.

‎Di sisi lain, pemerintah juga menegaskan komitmennya dalam memperkuat infrastruktur pendidikan, khususnya bagi SLB Anim Ha. Saat ini, pembangunan rumah dinas kepala sekolah dan empat unit rumah guru tengah berjalan. Perbaikan akses jalan serta rencana pembangunan aula turut masuk dalam prioritas.

‎“Kami ingin SLB ini menjadi pusat layanan pendidikan bagi empat kabupaten. Ke depan, pembangunan SLB juga akan diperluas ke wilayah Boven Digoel, Mappi, dan Asmat,” jelasnya.

‎Ignasius menekankan, pendidikan merupakan proses sepanjang hayat yang membutuhkan keterlibatan semua pihak—mulai dari pemerintah, sekolah, hingga orang tua dan masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa anak-anak disabilitas memiliki peluang yang sama untuk berprestasi.

‎“Mereka punya potensi yang tidak kalah. Bahkan banyak yang berprestasi di bidang minat dan bakat. Ini yang harus terus kita dorong,” ujarnya.

‎Di penghujung sambutan, Ignasius menyampaikan pesan emosional. Ia mengisyaratkan bahwa momen tersebut kemungkinan menjadi yang terakhir baginya berdiri sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Selatan.

‎“Ini mungkin momen terakhir saya berdiri di sini sebagai kepala dinas. Saya percaya estafet kepemimpinan akan dilanjutkan dengan baik demi masa depan pendidikan kita menuju Indonesia Emas,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page