Merauke || Cendrawasi7.com – Kabupaten Merauke meraih dua penghargaan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026. Capaian tersebut disertai bantuan bedah rumah sebanyak 300 unit dari pemerintah pusat serta bantuan Rp 1,5 miliar dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Bupati Merauke Yoseph Blandip Gebze mengatakan, Merauke menempati peringkat pertama dalam implementasi Program 3 Juta Rumah untuk kategori ibu kota provinsi. Sementara pada kategori pengelolaan sampah dan lingkungan asri, Merauke meraih peringkat kedua di wilayah Papua.
Yoseph menyebut, kedua penghargaan itu merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat.
“Ini bukan semata-mata dilakukan oleh pemerintah daerah sendiri, tetapi juga dengan seluruh stakeholder dengan melibatkan masyarakat,” kata Yoseph dalam konferensi pers di ruang rapat Kantor Bupati Merauke, Jumat (2/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Yoseph menerima laporan sekaligus plakat penghargaan dari tim yang mewakili Pemkab Merauke dalam kegiatan apresiasi tersebut.
Tim dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Martha Bayu Wahyuni Wijaya, didampingi kepala dinas yang membidangi perindustrian, perdagangan dan koperasi, lingkungan hidup, serta perumahan.
Martha menjelaskan, penghargaan implementasi Program 3 Juta Rumah disertai bantuan bedah rumah sebanyak 300 unit. Adapun bantuan Rp 1,5 miliar dari Kemendagri diberikan atas capaian dalam pengelolaan sampah dan lingkungan asri.
Di bidang perumahan, Yoseph mengatakan Pemkab Merauke telah membangun 104 rumah menggunakan APBD pada 2025. Pembangunan itu tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Kimaam. Sementara pada 2026, jumlah pembangunan rumah yang disebutnya mencapai 100 unit.
“Dari hasil evaluasi pemerintah pusat, kami dinilai terbanyak untuk perumahan yang dibangun dengan sumber dana APBD,” ujarnya.
Yoseph berharap bantuan dari pemerintah pusat dapat memperluas jangkauan penyediaan hunian layak bagi warga. Pemkab Merauke juga melibatkan pengembang dan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Menurutnya, dua perusahaan telah mengundang pemerintah daerah untuk meluncurkan pembangunan perumahan. Selain itu, terdapat rencana pembangunan perumahan di Salor yang diharapkan segera berjalan.
Kolaborasi tersebut diharapkan membuka akses hunian bagi masyarakat dengan berbagai tingkat penghasilan, termasuk kelompok berpenghasilan rendah dan menengah.
Pemkab Merauke juga diminta pemerintah pusat menyiapkan data untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Yoseph menyebut pendataan tersebut mencakup sekitar 1.200 rumah pada 2026.
“Ini penting bagi kita supaya semua masyarakat di Kabupaten Merauke bisa menikmati apa yang disebut dengan sandang, pangan, papan, khususnya papan ini,” katanya.
Selain pembangunan dan perbaikan rumah, Pemkab Merauke menaruh perhatian pada penataan hunian di kawasan kumuh. Yoseph mengatakan, pemerintah daerah perlu terlebih dahulu menetapkan lokasi sasaran serta membangun komunikasi dengan warga.
Sejumlah kawasan yang disebutnya antara lain Jalan Onggatmit dan kawasan Rumah Panjang di sekitar pintu air Gudang Arang. Penataan kawasan tersebut membutuhkan pendekatan intensif agar mendapat dukungan masyarakat.
Sementara di bidang pengelolaan sampah, Yoseph mengapresiasi kontribusi warga, BUMN, dan BUMD. Ia mencontohkan bantuan kendaraan dari Bank Papua melalui program CSR sekitar dua tahun lalu yang digunakan untuk mendukung pengangkutan sampah di Merauke. (C7)





