Papua Selatan

Cekcok Berujung Pembacokan di Merauke, Guru SD Terluka di Pipi dan Tangan

Avatar photo
×

Cekcok Berujung Pembacokan di Merauke, Guru SD Terluka di Pipi dan Tangan

Sebarkan artikel ini
Social Share

MERAUKE||Cendrawasi7, Seorang guru sekolah dasar berinisial P.J. (51) mengalami luka berat akibat dugaan penganiayaan menggunakan parang di Kampung Yasa Mulya, SP 2, Jalur 6, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

‎

‎Peristiwa itu terjadi pada Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 21.00 WIT. Berdasarkan keterangan awal kepolisian, korban diduga diserang setelah menegur seorang pemuda yang datang sambil berteriak di depan rumahnya.

‎

‎Ps. Kasi Humas Polres Merauke Ipda Andre Msb, S.Kom., membenarkan kejadian tersebut. Terlapor diketahui berinisial R.M. (20), warga Kampung Bina Lahan.

‎

‎“Benar telah terjadi aksi penganiayaan menggunakan alat tajam berupa parang di wilayah hukum Polsek Tanah Miring. Personel telah merespons laporan tersebut dan korban telah mendapatkan penanganan medis,” ujar Andre.

‎

‎Menurut keterangan awal yang diterima polisi, R.M. datang ke rumah korban dalam kondisi dipengaruhi minuman keras. Korban kemudian menegurnya dan meminta pemuda tersebut pulang untuk beristirahat.

‎

‎Namun, teguran itu berujung cekcok.

‎

‎Istri korban, F.M., yang menyaksikan kejadian tersebut, kemudian membawa suaminya masuk ke dalam rumah. Saat F.M. hendak menemui terlapor, R.M. disebut memaksa masuk dan menyerang korban menggunakan parang.

‎

‎Korban sempat berusaha merebut parang tersebut. Dalam kejadian itu, korban mengalami luka bacok pada pipi kanan yang mengakibatkan tulang pipinya retak, serta luka robek pada telapak tangan kanan hingga jari telunjuk.

‎

‎Setelah kejadian, terlapor melarikan diri dari lokasi.

‎

‎Personel Polsek Tanah Miring yang dipimpin Ka Jaga Regu I Aipda Yeri Lindung tiba sekitar pukul 21.13 WIT setelah menerima laporan masyarakat.

‎

‎Polisi kemudian mengevakuasi korban ke Puskesmas Tanah Miring. Korban dilaporkan dalam kondisi sadar saat mendapatkan penanganan medis.

‎

‎Andre mengatakan, polisi masih menyelidiki kasus tersebut, mencari keberadaan terlapor, serta mengumpulkan keterangan saksi untuk memastikan rangkaian kejadian.

‎

‎Ia juga menyebut, berdasarkan keterangan awal, korban dan terlapor sama-sama dipengaruhi minuman keras saat cekcok terjadi.

‎

‎“Dari keterangan awal, kejadian ini dipicu oleh cekcok antara korban dan terlapor yang sama-sama dipengaruhi minuman keras, hingga berujung pada aksi penganiayaan menggunakan senjata tajam,” jelasnya.

‎

‎Andre mengimbau masyarakat menghindari konsumsi minuman keras secara berlebihan karena dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban maupun tindak pidana. (C7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page