MERAUKE || Cendrawasi7 – Ketua Adat Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Distrik Ilwayab, Yohanis Agabi Mahuze, mengajak masyarakat mengedepankan komunikasi dan musyawarah dalam menyampaikan aspirasi maupun menyelesaikan persoalan terkait pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Ajakan tersebut disampaikan Yohanis dalam sosialisasi bertema “Mendengar Aspirasi demi Membangun Harapan Bersama di Distrik Ilwayab” di Aula Pertemuan Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Selasa (22/9/2026).
Yohanis mengatakan, sosialisasi tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, harapan, dan berbagai persoalan yang berkaitan dengan pembangunan di Distrik Ilwayab.
Menurutnya, masyarakat adat memiliki hak untuk menyuarakan kepentingannya. Namun, setiap persoalan yang muncul perlu dibicarakan bersama agar dapat ditemukan solusi yang diterima semua pihak.
“Kalau ada persoalan, kita harus mencari jalan tengah melalui komunikasi dan musyawarah. Jangan hanya melakukan pemalangan jalan atau fasilitas karena hal tersebut dapat menghambat aktivitas masyarakat,” kata Yohanis.
Ia menilai, penyampaian aspirasi secara tertib akan memudahkan seluruh pihak memahami akar persoalan sekaligus mencari penyelesaian yang tidak merugikan masyarakat.
Yohanis juga mengajak warga melihat pelaksanaan PSN sebagai bagian dari pembangunan yang perlu dikawal bersama. Proyek tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat asli Ilwayab, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga terbukanya peluang ekonomi dan lapangan pekerjaan.
“Aspirasi masyarakat harus tetap disampaikan dan didengar. Yang penting, bagaimana kita menyampaikannya dengan cara yang baik sehingga setiap persoalan dapat dicari penyelesaiannya dan tidak berkembang menjadi konflik,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) Wanam, Kleopas Pam Mahuze, mengajak masyarakat memanfaatkan ruang komunikasi yang tersedia untuk menyampaikan kebutuhan maupun aspirasi terkait pelaksanaan PSN.
Kleopas juga mengingatkan warga agar menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Informasi yang tidak terverifikasi, kata dia, berpotensi menimbulkan perbedaan pandangan dan mengganggu hubungan di tengah masyarakat.
Ia berharap pembangunan di Kampung Wanam dapat memberikan manfaat bagi warga lokal sekaligus membuka ruang keterlibatan masyarakat dalam setiap kegiatan.
Yohanis menambahkan, komunikasi terbuka antara masyarakat, tokoh adat, dan pemerintah harus terus dibangun. Aspirasi warga juga perlu menjadi bagian dari pembahasan dalam setiap tahapan pembangunan.
“Jangan kita hanya melihat persoalan dari satu sisi. Mari kita duduk bersama, berkomunikasi, dan mencari jalan tengah agar pembangunan tetap berjalan dan masyarakat juga mendapatkan manfaat,” tuturnya.
Selain memberikan dampak ekonomi dan kesempatan kerja, Yohanis meminta agar kepentingan masyarakat serta nilai-nilai adat di Distrik Ilwayab tetap dihormati dalam pelaksanaan PSN.
Sosialisasi tersebut sekaligus menjadi ruang komunikasi antara tokoh adat, tokoh masyarakat, dan warga Kampung Wanam untuk menyamakan pandangan serta menyerap berbagai aspirasi terkait pelaksanaan PSN.
“Yang paling penting adalah komunikasi. Kalau ada masalah, mari kita bicarakan dan cari jalan tengah. Kita ingin pembangunan berjalan dengan baik, tetapi masyarakat juga harus mendapatkan manfaat dan aspirasinya tetap didengar,” pungkas Yohanis. (C7)





