MERAUKE || Cendrawasi7 – Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia meminta panitia menilai setiap calon prajurit berdasarkan hasil seleksi. Ia menegaskan tidak boleh ada intervensi dalam penentuan peserta yang lolos.
Pesan itu disampaikan saat Pangdam memimpin sidang penentuan akhir atau pantukhir penerimaan Calon Tamtama Prajurit Karier (Cata PK) TNI AD Gelombang III Tahun Anggaran 2026. Sidang berlangsung di Aula L.B. Moerdani, Makodam XXIV/Mandala Trikora, Merauke, Papua Selatan, Senin (21/9/2026).
“Setiap calon harus dinilai berdasarkan kemampuan dan hasil seleksi yang telah dilaksanakan,” tegas Pangdam.
Dalam sidang tersebut, panitia mencermati hasil pemeriksaan administrasi, kesehatan, kesamaptaan jasmani, psikologi, hingga penelitian personel. Hasil dari seluruh tahapan itu menjadi dasar untuk menentukan calon yang memenuhi syarat mengikuti pendidikan.
Pangdam mengatakan kemampuan fisik saja tidak cukup. TNI AD juga membutuhkan calon prajurit yang memiliki karakter, integritas, disiplin, dan loyalitas.
“Yang kita cari adalah calon prajurit yang memiliki kualitas, karakter dan integritas, serta siap ditempa menjadi prajurit yang profesional,” ujarnya.
Ia meminta proses penentuan akhir dilakukan secara objektif, transparan, akuntabel, dan profesional. Sidang pantukhir tersebut turut dihadiri Aspers Kasdam XXIV/MT, ketua tim pemeriksaan kesehatan, para ketua tim pengujian, serta unsur panitia dan pejabat terkait. (C7)





