CENDRAWASI7.COM
SORONG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat bergerak! Kamis pagi, 17 September 2026 sekitar pukul 10.30 WIT, tim penyidik mendatangi dan melakukan penggeledahan di Kantor Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Maluku dan Papua.
Penggeledahan ini berkaitan dengan dugaan penyimpangan anggaran tahun 2023–2024 yang berdasarkan temuan awal penyidik diperkirakan mencapai sekitar Rp50 miliar.
Operasi hukum tersebut berlangsung lebih dari dua jam dan berjalan kondusif.
Namun, yang membuat perhatian publik tertuju pada penggeledahan ini adalah barang bukti yang berhasil diamankan penyidik: 8 kontainer berkas dan 6 kardus dokumen penting.
Jumlah dokumen tersebut kini menjadi bagian dari pemeriksaan untuk mengungkap secara terang benderang dugaan penyimpangan anggaran yang sedang ditangani.
Kasi Ops Pidsus Kejati Papua Barat sekaligus Ketua Tim Penyidik, Raden Arry Verdiana, S.H., M.H., mengonfirmasi bahwa perkara tersebut telah ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan sejak 2 September 2026.
Artinya, proses hukum kini memasuki tahap yang lebih mendalam untuk mengungkap rangkaian dugaan tindak pidana, termasuk menelusuri penggunaan dan pertanggungjawaban anggaran yang menjadi objek perkara.
Belum diketahui secara pasti isi dan temuan dari seluruh dokumen yang diamankan. Penyidik masih melakukan pemeriksaan serta pendalaman terhadap dokumen dan keterangan sejumlah saksi.
Hingga saat ini belum ada tersangka yang ditetapkan.
Karena itu, seluruh pihak tetap harus ditempatkan dalam koridor asas praduga tak bersalah sampai proses hukum menemukan bukti dan kesimpulan yang sah.
Namun satu hal sudah terang:
Kejari Sorong telah menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan, melakukan penggeledahan, dan mengamankan dokumen dalam jumlah besar.
Publik kini menunggu perkembangan selanjutnya.
Apakah tumpukan dokumen dalam 8 kontainer dan 6 kardus tersebut akan membuka alur dugaan penyimpangan anggaran sekitar Rp50 miliar?
Jawabannya menunggu hasil pemeriksaan penyidik.
Cendrawasi7.com akan terus mengawal perkembangan perkara ini.
@Red





