Berita

Batas Kampung Jadi Perhatian, Babinsa Serui Dorong Pembangunan Pos Pengamanan

Avatar photo
×

Batas Kampung Jadi Perhatian, Babinsa Serui Dorong Pembangunan Pos Pengamanan

Sebarkan artikel ini
Social Share

CENDRAWASI7.COM

KEPULAUAN YAPEN — Wilayah perbatasan Kampung Ambaidiru dan Kampung Ramangkurani, Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen, menjadi perhatian dalam upaya memperkuat keamanan dan pengawasan wilayah.

 

Hal itu mengemuka dalam kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) yang dilakukan Babinsa Koramil 1709-01/Serui, Sertu Muklisin dan Sertu Benyamin Nunaki, bersama Kepala Kampung Ambaidiru dan Kepala Kampung Ramangkurani di Balai Kampung Ramangkurani, Rabu (16/9/2026).

 

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah rencana pembangunan pos pengamanan di wilayah batas kedua kampung. Pos tersebut diharapkan dapat mendukung pengawasan sekaligus memperkuat koordinasi apabila terjadi persoalan di kawasan perbatasan kampung.

 

Dalam pertemuan itu, Babinsa bersama pemerintah kampung membahas sejumlah langkah yang perlu dilakukan secara bersama agar rencana pembangunan pos pengamanan dapat direalisasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

Tak hanya soal keamanan wilayah, persoalan perkebunan masyarakat juga menjadi perhatian. Dalam Komsos tersebut turut dibahas adanya kejadian hilangnya tanaman kopi yang telah siap dipanen dari kawasan perkebunan warga.

 

Kondisi tersebut mendorong perlunya peningkatan pengawasan serta komunikasi antara masyarakat dan pemerintah kampung guna mencegah persoalan serupa kembali terjadi.

 

Babinsa menilai komunikasi lintas kampung menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan, terlebih pada wilayah yang berbatasan langsung.

 

Melalui koordinasi yang baik antara kedua kampung, diharapkan setiap persoalan yang muncul di wilayah perbatasan dapat segera dikomunikasikan dan diselesaikan secara bersama-sama,” ujar Babinsa.

 

Kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Selain memperkuat hubungan antara Babinsa dengan pemerintah kampung, Komsos tersebut menjadi ruang untuk membangun kesepahaman bersama dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta melindungi hasil perkebunan masyarakat di wilayah binaan.

@Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page