MERAUKE || Cendrawasi7 – Peluang melanjutkan pendidikan magister (S2) di Inggris terbuka bagi putra-putri Papua Selatan. Sebanyak 50 kuota tersedia dalam program beasiswa yang disosialisasikan di Auditorium Universitas Musamus (Unmus) Merauke, Kamis (3/9/2026).
‎
‎Sosialisasi yang diinisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan tersebut dibuka langsung Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo dan menghadirkan informasi mengenai program beasiswa magister di Inggris.
‎
‎Apolo berharap kesempatan tersebut dimanfaatkan secara maksimal oleh generasi muda Papua Selatan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperoleh pengalaman akademik internasional.
‎
‎”Saya berharap, dari kegiatan sosialisasi ini akan lahir putra-putri Papua Selatan yang berhasil mendapatkan kesempatan belajar di Inggris,” kata Apolo.
‎
‎Menurut Apolo, program tersebut menjadi peluang penting karena memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik Papua Selatan untuk menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Inggris.
‎
‎Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Inggris melalui Kedutaan Besar Inggris di Indonesia atas perhatian dan kerja sama yang dibangun bersama Pemerintah Provinsi Papua Selatan, khususnya dalam membuka akses pendidikan tinggi.
‎
‎”Secara khusus, kami menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan melalui program beasiswa pendidikan magister (S2) di Inggris bagi anak-anak dan putra-putri terbaik Papua Selatan untuk mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi di Inggris,” ujarnya.
‎
‎Apolo menjelaskan, banyak program magister di Inggris dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu tahun. Karena itu, peserta yang memulai pendidikan pada September 2027 berpeluang menyelesaikan studinya sekitar September 2028, sesuai ketentuan masing-masing universitas.
‎
‎Ia menyebut program tersebut merupakan beasiswa penuh sesuai ketentuan yang berlaku sehingga penerima beasiswa diharapkan dapat lebih fokus menjalani pendidikan.
‎
‎Selama berada di Inggris, kata Apolo, mahasiswa asal Papua Selatan juga akan berada bersama banyak mahasiswa Indonesia lainnya. Keberadaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London juga menjadi bagian penting dalam mendukung masyarakat Indonesia yang berada di Inggris.
‎
‎Apolo menilai pengalaman menempuh pendidikan di Inggris tidak hanya memberikan peningkatan kapasitas akademik. Para mahasiswa juga berkesempatan mengenal lingkungan internasional, budaya, serta jejaring yang lebih luas.
‎
‎Karena itu, ia meminta informasi mengenai program tersebut tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Informasi beasiswa diharapkan disebarluaskan melalui media sosial maupun kanal informasi lainnya agar menjangkau lebih banyak calon peserta di Papua Selatan.
‎
‎Apolo juga mendorong kalangan akademisi, termasuk mereka yang memenuhi persyaratan untuk melanjutkan pendidikan magister, agar memanfaatkan peluang tersebut.
‎
‎Dengan adanya 50 kuota yang tersedia, Apolo berharap sebanyak mungkin putra-putri Papua Selatan mengikuti proses seleksi dengan serius dan mampu bersaing hingga dinyatakan lolos.
‎
‎Ia turut mengapresiasi Universitas Musamus yang menyediakan tempat pelaksanaan kegiatan serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Selatan yang menginisiasi dan mempersiapkan sosialisasi tersebut. (*)
‎





