MERAUKE || Cendrawasi7 – Pemerintah Provinsi Papua Selatan menargetkan Kabupaten Merauke dapat mencapai eliminasi malaria pada 2028. Target tersebut didorong menyusul tren penurunan angka kasus malaria dalam tiga tahun terakhir.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Selatan, dr. Benedicta Herlina Rahanggiar, MARS, mengatakan penurunan terlihat dari indikator Annual Parasite Incidence (API) malaria di Papua Selatan.
“Kami sekarang menuju eliminasi malaria di Kabupaten Merauke. Kami berharap eliminasi malaria akan terjadi di tahun 2028 di Kabupaten Merauke dan akan disusul oleh tiga kabupaten lainnya,” kata Herlina. Sabtu (29/08/2026).
Menurutnya, pencapaian eliminasi malaria di Merauke nantinya diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong tiga kabupaten lainnya di Papua Selatan, yakni Boven Digoel, Mappi, dan Asmat, menuju target serupa.
Untuk mengejar target tersebut, Dinkes Papua Selatan terus memperkuat pencegahan, deteksi dini, pengobatan, hingga promosi kesehatan kepada masyarakat. Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci dalam memutus rantai penularan malaria.
Herlina mengingatkan masyarakat untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk, salah satunya dengan menggunakan kelambu. Warga juga diminta tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami demam atau gejala yang mengarah pada malaria.
“Begitu ada demam, langsung segera ke fasilitas kesehatan terdekat yang ada,” tegasnya.
Pemeriksaan sejak dini, lanjut Herlina, penting agar penyebab demam dapat segera diketahui. Jika terkonfirmasi malaria, pasien bisa mendapatkan pengobatan lebih cepat sekaligus mencegah potensi penularan lebih lanjut.
Tak hanya malaria, Dinkes Papua Selatan juga memperkuat penanganan berbagai penyakit menular lainnya, seperti tuberkulosis (TBC), HIV/AIDS, kusta, penyakit infeksi menular lainnya hingga kecacingan.
Upaya tersebut dilakukan melalui evaluasi program, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, penguatan kualitas pelayanan serta edukasi dan promosi kesehatan di empat kabupaten di Papua Selatan.
Herlina mengakui pelayanan maupun pengendalian penyakit menular di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan. Karena itu, evaluasi dan perbaikan program terus dilakukan secara bertahap.
“Dari waktu ke waktu terus kami tingkatkan pelayanan-pelayanan terhadap penyakit-penyakit menular,” ujarnya.
Dinkes Papua Selatan berharap tren penurunan API malaria dapat terus dipertahankan. Kolaborasi pemerintah, fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan dan masyarakat menjadi penting agar target Merauke bebas malaria pada 2028 dapat diwujudkan. (*)





