BeritaNews Papua

Heboh! Warga Diduga Ditembak, Korban Sebut TNI AL

Avatar photo
×

Heboh! Warga Diduga Ditembak, Korban Sebut TNI AL

Sebarkan artikel ini
Social Share

📰CENDRAWASI7.COM

Sorong, Papuq Barat Daya – Dugaan penembakan terhadap seorang warga sipil di Klalin 6, Kelurahan Warmon, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, memicu kecaman keras. Timotius Rumpaidus dilaporkan mengalami luka tembak di bagian kaki setelah didatangi sejumlah orang yang menurut keterangan korban diduga merupakan anggota TNI Angkatan Laut (TNI AL), Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIT.

 

Kasus ini kini menjadi sorotan publik. Korban dan pihak keluarga disebut berencana membawa persoalan tersebut ke POMAL untuk meminta penyelidikan dan memastikan siapa yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

 

Menurut keterangan korban dan saksi, sebelum insiden terjadi, sejumlah orang mendatangi kediaman Timotius. Pertemuan tersebut kemudian diduga diwarnai pertengkaran hingga berujung pada suara tembakan.

 

Sudah ditembak di kaki kiri, bagian samping bawah tumit. Setelah itu ada tembakan ke atas. Kaka Timo langsung berteriak, ‘Saya ditembak! Saya ditembak!'” kata Lambert Makona kepada wartawan.

 

Timotius sendiri menduga orang-orang yang mendatanginya merupakan anggota TNI AL. Dugaan tersebut akan dilaporkan kepada POMAL agar identitas dan keterlibatan pihak-pihak yang disebut dalam insiden itu dapat diperiksa secara resmi.

 

Peristiwa tersebut disebut terjadi setelah sebelumnya warga melakukan aksi protes damai terkait sejumlah persoalan yang mereka soroti, termasuk dugaan jual beli BBM bersubsidi jenis Bio Solar dan dugaan pencemaran lingkungan yang dikaitkan dengan aktivitas CV Prima Papua.

 

Namun, seluruh dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian dan klarifikasi dari pihak berwenang.

 

Usai kejadian, sejumlah orang yang berada di lokasi disebut meninggalkan tempat. Warga kemudian membawa Timotius untuk mendapatkan perawatan medis.

 

Kepala Suku Biak Kabupaten Sorong, Moses Adadikam, mengecam keras dugaan penembakan tersebut dan mendesak pimpinan TNI mengambil langkah serius.

 

Kami mengutuk dan mengecam keras tindakan tersebut. Ini preseden buruk yang ditunjukkan oleh segelintir oknum TNI kepada masyarakat Papua. Kami meminta Panglima TNI segera menanggapi persoalan ini dan memerintahkan jajarannya untuk mengusutnya sampai tuntas,” tegas Moses.

 

Ia meminta agar dugaan tersebut diusut secara transparan. Jika nantinya terbukti ada anggota TNI yang terlibat, ia mendesak agar diproses sesuai hukum dan diberikan sanksi tegas.

 

Sementara itu, awak media telah menghubungi pihak CV Prima Papua untuk meminta klarifikasi terkait aksi protes warga, termasuk dugaan jual beli BBM bersubsidi jenis Bio Solar dan dugaan pencemaran lingkungan.

 

Pihak yang dihubungi menyampaikan bahwa tanggapan akan diberikan oleh seseorang bernama Yudha.

 

Nanti Yudha yang jawab,” demikian jawaban singkat yang diterima awak media.

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak CV Prima Papua. Konfirmasi kepada pihak TNI AL, POMAL, dan aparat penegak hukum juga masih diupayakan.

 

Kini publik menunggu: siapa sebenarnya pihak yang datang ke lokasi, apa yang memicu insiden tersebut, dan siapa yang bertanggung jawab atas luka tembak yang dialami Timotius?

 

Korban dan warga berharap laporan kepada POMAL dapat membuka terang perkara ini. Mereka mendesak agar proses pemeriksaan dilakukan secara transparan, objektif, dan tanpa pandang bulu, sehingga kebenaran atas dugaan penembakan warga sipil di Kabupaten Sorong dapat terungkap secara jelas.

 

@EVEL8N

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page