Sentani||Cendrawasi7, Kejuaraan Renang Piala Pangdam XVII/Cenderawasih yang berlangsung di Kolam Renang Kodam 751 Sentani, Kabupaten Jayapura, pada 15–16 Juni 2026 menjadi panggung bagi lahirnya prestasi membanggakan dari seorang atlet muda asal Merauke. Namanya Ananda Freyspa Kresnadi, remaja berusia 13 tahun yang sukses mengoleksi sembilan medali sekaligus dalam ajang bergengsi tersebut.
Di tengah persaingan ketat yang diikuti perenang-perenang terbaik dari berbagai daerah di Papua, Ananda tampil konsisten dan nyaris tak pernah absen dari podium. Ketangguhannya di lintasan renang mengantarkannya meraih satu medali emas, empat medali perak, dan empat medali perunggu.
Medali emas diraih pada nomor 200 meter gaya ganti, nomor yang menuntut kemampuan lengkap di seluruh teknik renang. Sementara empat medali perak diperoleh dari nomor 50 meter gaya punggung, 50 meter gaya kupu-kupu, 100 meter gaya bebas, dan 100 meter gaya dada.
Tak berhenti di situ, Ananda juga menambah koleksi medali melalui empat medali perunggu pada nomor 50 meter gaya bebas, 50 meter gaya dada, 200 meter gaya bebas, dan 200 meter gaya dada.
Pencapaian tersebut menjadi bukti ketahanan fisik dan mental atlet muda Merauke itu. Dalam dua hari kompetisi, ia harus berpindah dari satu nomor ke nomor lainnya, menghadapi lawan-lawan tangguh dengan intensitas pertandingan yang tinggi. Namun, Ananda mampu menjaga performanya hingga akhir kejuaraan.
Di balik rentetan prestasi itu, tersimpan kisah perjuangan yang tak kalah menginspirasi. Bersama tim Akuatik Merauke, Ananda menempuh perjalanan panjang menuju Sentani dengan menumpang pesawat Hercules akibat keterbatasan biaya keberangkatan.
Meski jauh dari fasilitas yang ideal, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para atlet muda untuk bertanding. Mereka datang membawa tekad besar untuk membuktikan bahwa atlet dari ujung timur Indonesia mampu bersaing dan berprestasi di level regional Papua.
“Kami berangkat dengan keyakinan, bukan dengan kemewahan. Dan keyakinan itu kini terbayar dengan medali,” ujar manajer tim Akuatik Merauke.
Bagi Ananda, medali emas pada nomor 200 meter gaya ganti menjadi simbol perjuangan panjang yang telah dilaluinya selama bertahun-tahun berlatih. Saat berdiri di atas podium juara, senyum yang mengembang di wajahnya bukan hanya menggambarkan kebahagiaan seorang atlet muda, tetapi juga menjadi gambaran tentang mimpi yang berhasil diwujudkan melalui kerja keras dan disiplin.
Prestasi yang diraih Ananda bukan sekadar kebanggaan pribadi. Keberhasilannya membawa pulang sembilan medali menjadi suntikan motivasi bagi perkembangan olahraga renang di Merauke dan Papua Selatan.
Dari perjalanan sederhana menggunakan pesawat Hercules hingga berdiri di podium juara di Sentani, Ananda Freyspa Kresnadi telah membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Dari ujung timur Indonesia, ia mengirimkan pesan kuat bahwa keberanian, kerja keras, dan ketekunan mampu mengantarkan siapa saja menuju prestasi tertinggi. (*)





