MERAUKE||Cendrawasi7, Papua Football Academy (PFA) kembali membuka kesempatan bagi talenta muda Papua untuk mengembangkan kemampuan di dunia sepak bola melalui program PFA Cari Bakat 2026. Kali ini, seleksi pemain usia di bawah 13 tahun (U-13) digelar di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.
Kegiatan seleksi resmi dibuka di Stadion Katalpal Merauke, Jumat (12/6/2026), dan akan berlangsung selama tiga hari. Program ini menjadi bagian dari upaya PFA menjaring bibit-bibit pesepakbola potensial dari berbagai daerah di Tanah Papua.
Mewakili Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, Asisten III Bidang Umum Setda Papua Selatan, Alberth A. Rapami, mengatakan program PFA Cari Bakat telah menjangkau sejumlah wilayah di Papua, mulai dari Sorong, Fakfak, Biak hingga Serui. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan ke wilayah Papua Selatan.
Menurut Alberth, pelaksanaan seleksi di Papua Selatan tidak hanya dipusatkan di Merauke, tetapi juga akan menyasar Kabupaten Boven Digoel dan Mappi agar kesempatan yang sama dapat dirasakan oleh anak-anak di daerah tersebut.
“Kami atas nama Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan seluruh masyarakat menyampaikan terima kasih kepada manajemen Papua Football Academy yang terus berkomitmen mencari dan membina talenta-talenta muda Papua hingga ke pelosok daerah,” ujarnya.
Ia menilai langkah PFA memperluas lokasi seleksi merupakan bentuk perhatian nyata terhadap potensi anak-anak Papua yang selama ini terkendala akses untuk mengikuti pembinaan sepak bola secara profesional.
Alberth mengungkapkan, dua tahun lalu seleksi PFA di wilayah Papua Selatan hanya dipusatkan di Merauke. Dengan adanya perluasan lokasi seleksi tahun ini, peserta dari Mappi maupun Boven Digoel tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Merauke untuk mengikuti proses penjaringan.
“Ini menjadi peluang yang sangat baik bagi anak-anak di Mappi dan Boven Digoel. Mereka kini bisa mengikuti seleksi di daerah masing-masing tanpa harus datang ke Merauke,” katanya.
Lebih lanjut, Alberth menegaskan bahwa Papua Football Academy tidak hanya fokus mencetak pemain sepak bola berbakat, tetapi juga membentuk karakter para peserta melalui pembinaan yang menyeluruh.
Menurutnya, para peserta tidak hanya dilatih dari aspek teknik bermain sepak bola, tetapi juga dibina dari sisi kedisiplinan, mental, fisik, hingga karakter sebagai bekal masa depan.
“Program ini sangat baik bagi anak-anak Papua. Mereka tidak hanya dilatih menjadi pemain sepak bola yang andal, tetapi juga dibentuk mental, fisik, dan karakternya sehingga dapat tumbuh menjadi generasi yang disiplin dan berintegritas,” jelasnya.
Kepada seluruh peserta seleksi, Alberth berpesan agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan maksimal. Ia meminta para peserta menjaga kesehatan, menjunjung tinggi sportivitas, dan menunjukkan kemampuan terbaik selama proses seleksi berlangsung.
“Ini kesempatan yang sangat baik. Tunjukkan kemampuan kalian, jaga kesehatan selama tiga hari pelaksanaan seleksi, berjuang dengan sportivitas, dan berikan yang terbaik kepada para pelatih,” pesannya.
Ia juga mengingatkan bahwa seluruh peserta memiliki peluang yang sama untuk lolos ke tahap berikutnya. Mereka yang dinilai memenuhi kriteria akan mendapatkan kesempatan menjalani pembinaan lanjutan di Mimika Sport Complex (MSC).
Alberth menambahkan, Pemerintah Provinsi Papua Selatan mendukung penuh keberadaan Papua Football Academy karena telah memberikan kontribusi besar dalam mencetak generasi muda Papua yang tidak hanya unggul di bidang olahraga, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
“Pemerintah Provinsi Papua Selatan merasa bangga dengan program Papua Football Academy. Mereka telah membantu mendidik anak-anak Papua menjadi pesepakbola yang berkualitas sekaligus memiliki karakter yang baik untuk masa depan,” pungkasnya. (*)





