Papua Selatan

Lanud J.A. Dimara Gelar Safari Dakwah, Jamaah Diajak Perkuat Ukhuwah dan Keikhlasan ‎

Avatar photo
×

Lanud J.A. Dimara Gelar Safari Dakwah, Jamaah Diajak Perkuat Ukhuwah dan Keikhlasan ‎

Sebarkan artikel ini
Social Share

Merauke||Cendrawasi7, Suasana religius dan penuh kekhidmatan menyelimuti Masjid Al-Ikhlas Komplek Lanud J.A. Dimara, Merauke, Papua Selatan, Minggu (10/5/2026) malam. Kegiatan Safari Dakwah bertema “Membangun Jiwa Yang Ikhlas” berlangsung dengan aman dan lancar serta diikuti personel Lanud J.A. Dimara bersama masyarakat sekitar.

‎Kegiatan yang dimulai pukul 19.45 WIT itu menghadirkan penceramah asal Sidoarjo, Jawa Timur, KH. Achmad Bagus Maulana atau yang akrab disapa Gus Maulana. Dalam tausiahnya, ia mengajak jamaah untuk membangun keikhlasan melalui ibadah, khususnya salat berjamaah.

‎Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadisops Lanud J.A. Dimara Letkol Pas Subhan, S.T., M.Han, Kadislog Lanud J.A. Dimara Letkol Kal Helmi Nurman U.K., S.E., Ps Kasibinpers Dispers Lanud J.A. Dimara Kapten Adm Mukmin Prihadi Subekti, Ps Kakum Lanud J.A. Dimara Kapten Kum Novi Sujatmiko, serta Ketua PBNU Provinsi Papua Selatan KH. Mohammad Arifin.

‎Dalam ceramahnya, Gus Maulana menegaskan bahwa salat merupakan kewajiban utama umat Islam yang telah ditetapkan waktunya dan tidak boleh ditinggalkan. Menurutnya, menjaga salat akan menghadirkan ketenangan hati sekaligus membentuk pribadi yang ikhlas dan disiplin.

‎“Salat berjamaah mengajarkan kesabaran dan keikhlasan. Makmum harus mengikuti imam, termasuk ketika bacaan salat berlangsung lama. Dari situ seseorang belajar menahan diri dan mengutamakan kebersamaan,” ujarnya di hadapan jamaah.

‎Ia menjelaskan, seseorang yang mampu tetap khusyuk dan tenang dalam salat berjamaah menunjukkan kematangan dalam mengendalikan diri. Sebaliknya, orang yang tidak ikhlas cenderung ingin terburu-buru dan memilih salat sendiri agar lebih cepat selesai.

‎Selain menekankan pentingnya ibadah, Gus Maulana juga mengingatkan bahwa kehidupan seorang Muslim harus seimbang antara hubungan dengan Allah (hablum minallah) dan hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas).

‎Menurutnya, semangat tersebut tercermin dalam tradisi halal bihalal yang masih terus dilakukan masyarakat setelah Ramadan dan Syawal. Halal bihalal, kata dia, bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan momentum mempererat hubungan sosial dan saling memaafkan.

‎“Hubungan kepada Allah diperkuat melalui puasa, salat, tadarus, dan sedekah selama Ramadan. Setelah itu, hubungan antarmanusia juga harus diperkuat agar kehidupan tetap harmonis,” tuturnya.

‎Ia pun menekankan pentingnya menjaga tiga nilai persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat, yakni Ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama Muslim, Ukhuwah Wathaniyah sebagai persaudaraan sebangsa dan setanah air, serta Ukhuwah Basyariyah yakni persaudaraan sesama manusia tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan.

‎Kegiatan Safari Dakwah tersebut berlangsung hingga pukul 21.10 WIT dalam suasana aman, tertib, dan penuh antusiasme dari para jamaah yang hadir. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page